Minggu, 26 April 2026

Papua Terkini

ULMWP: Indonesia Bicara Palestina Tapi Tak Miliki Solusi Atasi Konflik di Papua

Indonesia juga berbicara tentang solusi dua negara mereka justru sedang melakukan penindasan dan pendudukan atas wilayah Papua Barat.

Penulis: Noel Iman Untung Wenda | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Noel Iman Untung Wenda
Presiden ULMWP, Manasye Tabuni menilai, sikap pemerintah Indonesia terhadap palestina adalah suatu Hipokrisi. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Noel Iman Untung Wenda

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menilai, sikap pemerintah Indonesia terhadap palestina adalah suatu Hipokrisi.

Hal ini dikatakan Presiden ULMWP, Manasye Tabuni kepada Tribun-Papua.com, Rabu, (31/1/2024) di Jayapura.

Baca juga: Gelar Rapat Kerja di Bangkok, Ini Isi Agenda Besar ULMWP

Manasye Tabuni mengatakan, dalam debat terbuka Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 23 Januari 2024, Retno Marsudi selaku Menteri Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan pandangan pemerintah Indonesia terkait konflik Israel-Palestina bahwa agar dilakukan gencatan senjata permanen.

"Palestina diterima sebagai anggota penuh PBB dan penghentian pasokan senjata kepada Israel," ujarnya.

 

 

Sementara itu, Presiden Joko Widodo pada 26 Januari 2024 menyampaikan penentangan terhadap pernyataan Perdana Menteri Israel yang menolak solusi dua negara terkait pembentukan negara Palestina.

"Mengutuk serangan militer Israel terhadap Pengungsi Palestina di Khan Younis, termasuk eskalasi korban konflik Israel-Palestina yang telah melanggar sejumlah instrumen hukum internasional," ujarnya.

Sikap dan pandangan pemerintah Indonesia menghadapi berbagai konflik yang terjadi di dunia seperti  etnis Uighur di Cina atau etnis Rohingya di Myanmar, seringkali menampilkan Indonesia memiliki solusi penanganan konflik secara demokratis namun berbeda bagi Papua.

Baca juga: Warpo Wetipo: ULMWP Adalah Wadah Koordinasi untuk Perjuangan Papua, Bukan Kompetisi Antar Faksi

"Sementara dalam menangani konflik di Tanah Papua, Indonesia tidak memiliki peta jalan penyelesaian konflik," ujarnya.

Dikatakan, beberapa sikap pemerintah Indonesia yang menampilkan kemunafikan dimana ketika Indonesia berbicara tentang gencatan senjata permanen dalam konflik Israel-Palestina, di saat yang sama mereka sedang menggelar operasi militer di Tanah Papua.

"Ketika Indonesia berbicara tentang penghentian pasokan senjata ke Israel, mereka justru memasok senjata dari Australia dan Amerika Serikat untuk menggelar operasi militer di Tanah Papua," katanya.

Ketika Indonesia berbicara tentang keanggotaan penuh Palestina di PBB, mereka justru melakukan manuver diplomatik untuk menghadang upaya ULMWP untuk memperoleh status keanggotaan penuh dalam forum Melanesian Spearhead Group.

Baca juga: KNPB Tolak Politik Kesukuan di Tubuh ULMWP, Ini Kata Warpo Wetipo

"Ketika Indonesia berbicara tentang penarikan pasukan Israel dari Gaza, di saat yang sama mereka justru memobilisasi kekuatan militer ke Tanah Papua," ujarnya.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved