Jumat, 1 Mei 2026

Info Jayapura

Dinkes Kota Jayapura Gelar Pertemuan Penjaringan TB, Hal ini yang Dibahas

Menurut Sri Antari, terlaporkan sebanyak 417 kasus anak umur 0-14 tahun dan terdapat 705 kasus TBC pada usia sekolah atau pelajar umur 5-26 Tahun.

Tayang:
Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Dinas Kesehatan Kota Jayapura menggelar pertemuan persiapan penjaringan Tuberkulosis (TB) Massal dengan sejumlah pihak di wilayah setempat, Sabtu (16/3/2024). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Dinas Kesehatan Kota Jayapura menggelar pertemuan persiapan penjaringan Tuberkulosis (TB) massal dengan sejumlah pihak di wilayah setempat, Sabtu (16/3/2024).

Diketahui,pertemuan ini dikakukan untuk membahas peningkatan penanggulangan dan Pengendalian Tuberkulosis di Port Numbay.

Baca juga: Kunci Jawaban Buku Tematik Kelas 5 SD Tema 2: Ini Penyebab Penyakit Tuberkulosis (TBC)

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribun Papa.com,kegiatan ini dihadiri oleh para kepala sekolah, kepala asrama mahasiswa dan perwakilan mahasiswa di kota Jayapura.

Ketua Panitia Pertemuan Penjaringan TB, Yusnita Pabeno mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dilatarbelakangi temuan kasus TB pada anak usia sekolah.

 

 

"Kami temukan ratusan kasus TB pada anak usia sekolah, ada 417 kasus TB bahkan juga pada mahasiswa usia 5-26 tahun di kota Jayapura," kata Yusnita Pabeno kepada wartawan termasuk Tribun Papua.com di Jayapura Sabtu pagi.

Yusnita yang juga Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan kota Jayapura ini menjelaskan, kasus tersebut diperoleh melalui pemetaan data.

"Yang ada dapat kita analisis bahwa penularan TB bukan hanya terjadi dirumah saja tetapi kemungkinan terjadi juga di lingkungan sekolah mengingat waktu belajar disekolah bisa mencapai 6-8 jam pehari,” ujarnya.

Baca juga: Catat 18.530 Kasus Tuberkulosis di Papua, Beeri Wopari Sebut Tingkat Kesembuhan Masih Rendah

Yusnita menyampaikan,berbagai upaya akan dilakukan untuk meminimalisir penularan TB. Salah satunya,melalui pertemuan lintas sektor.

“Hari ini kami mengundang sekolah sekolah, kampus dan asrama yang anak anaknya sedang dalam pengobatan TB," ujarnya.

"Kami ingin melibatkan pihak sekolah, kampus dan asrama untuk terlibat dalam pemutusan mata rantai kasus TB tanpa maksud menakut-nakuti mereka," sambung Yusnita.

Dia berharap, melalui pertemuan pihaknya bersama seluruh yang terlibat akan segera mulai penjaringan.

“Kita berharap sebelum tahun ajaran baru penjaringan dapat selesai, dengan maksud anak anak ketika berpindah sekolah atau kelas anak anak yang mempunyai kasus TB sudah mengetahui status TB nya," ungkapnya.

Baca juga: Marinus Yaung: Bupati se-Papua Harus Bangun Rumah Sakit Khusus TB Paru dan HIV-AIDS

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved