Rabu, 8 April 2026

Paskah 2024

Umat GKI Nabire Gelar Pawai Menyambut Hari Paskah

Ia berharap semua umat kristen benar-benar merasakan kesengsaraan Kristus demi keselamatan manusia.

Penulis: Yulianus Degei | Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Yulianus Degei
Suasana Pawai Umat Klasis GKI Nabire di Taman Gizi 

Laporan wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Degei

TRIBUN-PAPUA, NABIRE - Umat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Klasis Nabire menggelar pawai di Taman Gizi Nabire menjelang peringatan hari raya Paskah tahun ini. 

Pawai yang melibatkan umat di tiga titik yaitu lingkungan 1, lingkungan 2, dan lingkungan 3 bertemu di taman Gizi Nabire, Sabtu (23/03/20224).

Sekretaris Pembinaan dan Pelayanan Jemaat (P2J) GKI Klasis Nabire, Pdt Swesty Amanupunyo, mengatakan pawai berjalan aman dan lancar.

Baca juga: Salib Yesus Warnai Parade Paskah Oikumene di Timika

“Lingkungan 2 titik mulainya dari halaman Gereja Maranatha Malompo, dan Lingkungan 3 mulainya dari Pantai Nabire,” terang Swesty kepada Tribun-Papua.com.

Ketua Klasis GKI Nabire Pdt. Decky Maker menyampaikan apresiasi kepada seluruh Jemaat yang mempersiapkan kegiatan sehingga berjalan dengan aman dan lancar.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada teman-teman jemaat dari wilayah satu sampai empat yang telah mempersiapkan segala atribut dan skema pelaksanaannya,” ucap Decky.

Pawai dilakukan tidak hanya sebagai kriteria semangat bagi orang banyak, tetapi betul-betul dimaknai sebagai penghayatan terhadap kesengsaraan yang pernah dialami oleh Yesus penebus dosa manusia.

Ia berharap semua umat kristen benar-benar merasakan kesengsaraan Kristus demi keselamatan manusia.

“Kami berharap kita semua yang terlibat hari ini, maupun yang menyaksikan melalui media dapat merasakan bagaimana Tuhan Yesus Kristus meninggalkan segala sesuatu demi keselamatan umat manusia di seluruh dunia,” ujarnya.

Baca juga: Enam Tokoh Papua Ini Disebut Layak Maju Calon Gubernur di Pilkada 2024: Cek Sosoknya

Decky juga berpesan kepada semua orang yang berada di atas tanah Papua agar dapat saling mengasihi, menghentikan pertumpahan darah dan menghentikan permusuhan.

“Mari kita hidup saling mengasihi, menghentikan pertumpahan darah, menghentikan permusuhan, menghentikan kejahatan, diskrimanasi, intimidasi, dan menghentikan hal-hal yang merugikan dan menyusahkan orang lain,” pesannya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved