Kamis, 30 April 2026

Info Papua Tengah

Putar Kopi Seri II Nabire 2026 Selesai, Nancy Raweyai: Barista Bukan Sekadar Skill

Ini bukan sekadar menang atau kalah, melainkan tentang bagaimana kita menikmati proses perjalanannya. Itu jauh lebih berharga untuk masa depan

Tayang:
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari
PANGGUNG BARISTA - Penutupan event Putar Kopi Seri II Nabire 2026 yang berlangsung di Komoke Kafe, Jalan Merdeka, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu, (28/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Kegiatan bertajuk Putar Kopi Seri II Nabire 2026 berlangsung di Komoke Kafe di Jalan Merdeka, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.
  • Acara ini mempertemukan para talenta peracik kopi lokal, dan menjadi panggung unjuk kebolehan puluhan barista berbakat di Provinsi Papua Tengah.
  • Kompetisi tahun ini diikuti 24 peserta yang bersaing ketat dalam dua kategori utama, yakni Latte Art dan Manual Brew.

Laporan Wartawan TribunPapiaTengah.com, Calvin Louis Erari

TRIBUNPAPUATENGAH.COM, NABIRE - Ajang bergengsi bertajuk Putar Kopi Seri II Nabire 2026 yang berlangsung di Komoke Kafe di Jalan Merdeka, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah resmi berakhir.

Acara yang mempertemukan para talenta peracik kopi lokal ini sukses menjadi panggung unjuk kebolehan puluhan barista berbakat di Provinsi Papua Tengah.

Baca juga: Sekolah Binaan YPMAK, SATP Mimika Sabet Juara II Lomba Tari Modern Papua di Kuala Kencana

​Kompetisi tahun ini diikuti 24 peserta yang bersaing ketat dalam dua kategori utama, yakni Latte Art dan Manual Brew. Kategori Latte Art menguji estetika dan presisi visual barista dalam melukis di atas cangkir.

Sementara Manual Brew menitikberatkan pada teknik ekstraksi untuk menghasilkan cita rasa kopi yang sempurna.

Setelah melalui proses penilaian yang ketat dari para juri, kategori Latte Art didominasi perwakilan dari kedai kopi Home Room, yakni, Juara I adalah Alika dari Home Room, dengan skor impresif 410 poin. 

Baca juga: Kisah Tinus Wetipo: Dirikan Kedai Kopi dari Gerobak Sampah, Bermodal Rp20 Ribu di Papua Pegunungan

Kemudian, Juara II adalah Hardi, dari Home Room, dengan perolehan 356 poin, dan Juara III adalah Setia dari Suarasa yang meraih skor 353 poin.

Sementara itu, pada kategori Manual Brew, gelar juara pertama berhasil disabet oleh Rudi Saenteni, yang tampil memukau dengan teknik penyeduhan konsisten.

​Anggota DPR Papua Tengah sekaligus pecinta kopi Papua, Nancy Raweyai, yang hadir langsung dalam acara tersebut, memberikan apresiasi setinggi-tingginya.

Menurut dia, event ini bukan sekadar perlombaan, melainkan wadah pembangunan karakter bagi generasi muda Papua.

"Event ini sangat keren dan luar biasa. Ajang seperti ini menjadi pemantik semangat bagi kita semua. Perlu diingat, menjadi seorang barista itu dimulai dari attitude atau etika kita," kata Nancy dalam sambutannya, Sabtu (28/3/2026).

​Dia juga menekankan, kopi merupakan komoditas unggulan Papua yang harus dibanggakan dan dikembangkan bersama melalui ekosistem yang saling mendukung.

Baca juga: Kopi Liberika Sarmi, Potensi Tersembunyi dari Tanah Papua

Nancy menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perkembangan industri kreatif ini di masa depan.

"Saya siap mendukung penuh jika ini dijadikan event tahunan. Kepada para peserta, jangan pernah lelah untuk berlatih,” ujarnya. 

“Ini bukan sekadar menang atau kalah, melainkan tentang bagaimana kita menikmati proses perjalanannya. Itu jauh lebih berharga untuk masa depan kita semua," imbuh Nancy Raweyai.

Baca juga: Bupati Jayawijaya Usung Kopi dan Sawah pada Rakor Kementan

Penutupan acara ditandai dengan penyerahan hadiah dan sesi foto bersama, menandai babak baru semangat industri kopi di Nabire yang semakin kompetitif dan profesional. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved