kesehatan
Puluhan Mahasiswa di Asrama Liboran ikuti Screening Tuberkulosis
Hal ini dilakukan lantaran maraknya informasi terkait tingginya kasus TB di Kota Jayapura.
Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Lidya Salmah
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA -Puluhan Mahasiswa di Asrama Pdt Liboran, Padang Bulan, Distrik Heram, Kota Jayapura mengikuti screaning Tuberkulosis (TB), Sabtu (23/3/2024).
Hal ini dilakukan lantaran maraknya informasi terkait tingginya kasus TB di Kota Jayapura.
Ketua Asrama Liboran, Gristop Mulikma mengatakan, screaning Tuberkulosi ini sangat penting untuk diikuti.
"Sewaktu ikut kegiatan terkait TB, saya mendengar bahwa,penyebaran TB banyak terjadi asrama, untuk itu demi menjaga kesehatan saya kerahkan seluruh mahasiswa untuk mesti lakukan pemeriksaan," katanya kepada wartawan di Asrama Liboran.
Baca juga: Cegah Tuberkulosis, Dinkes Kota Jayapura, Panabulu dan FKM Uncen Gelar Screening TB Bagi Mahasiswa
Dari data Dinkes Kota Jayapura, kata Gristop, terdapat kasus TB di beberapa asrama mahasiswa.
"Sehingga saya memutuskan agar Dinas harus turun ke asrama Liboran langsung periksa,” katanya.
Sambung dia, penjaringan dilakukan secepatnya untuk mencegah agar penyakit TB juga tidak cepat menular.
"Kalau sudah tau penyakitnya berarti jangan pelihara penyakit karena akan menular ke teman teman lainnya. Karena pola kehidupan di asrama sangat berbeda, pola hidup penuh dengan persahabatan, bisa tidur berpindah pindah tidak tinggal tetap di satu kamar sehingga penyebaran penyakit bisa cepat juga,” terang Gristop.
Sementara itu Kepala Puskesmas Emereuw di Padang Bulan Distrik Hedam , Ellis Mando yang turun langsung melakukan penjaringan dan screaning mengatakan, screaning kesehatan di asrama Liboran berdasarkan data dari Dinkes Kota Jayapura.
“Penjaringan atau screaning kesehatan untuk Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Penyakit Menular diantaranya TB dan infeksi menular seksual (IMS),” katanya.
Namun, ditegaskan Ellis, pihaknya fokus terhadap screaning Tuberkulosis.
"Penyakit TB dengan gejala batuk, jadi yang kita Screaning adalah Sputum atau dahak, walaupun seseorang tidak batuk tetap dahak bisa keluar itulah yang kita periksa," ujarnya.
Baca juga: Catat 18.530 Kasus Tuberkulosis di Papua, Beeri Wopari Sebut Tingkat Kesembuhan Masih Rendah
Ellis menambahkan kasus tertinggi di asrama Liboran adalah penyakit TB, di mana ada diantara mahasiswa yang menjadi pasien di puskesmas Emereuw.
Lanjut Ellis, hasil screaning akan diketahui setelah 2 hari usai dilakukan pemeriksaan tes cepat molekuler di RSUD Abepura.
"Jika diantara mahasiswa ada yang positif TB kita sampaikan langsung kepada mahasiswanya, dan kita segera dilakukan pengobatan secara intensif," tandasnya. (*)
| Sinergi ASABRI dan Polda Papua: Program TUNAS Sasar Penurunan Stunting di Muara Tami Jayapura |
|
|---|
| RSUD Abepura Gandeng Bank Papua untuk Pembayaran Digital, Begini Cara Kerja Payment Point |
|
|---|
| PIS dan doctorSHARE Hadirkan Layanan Kesehatan Terapung di Papua, Sasar 10 Ribu Warga Waigeo Utara |
|
|---|
| 5 Alasan Utama Orang Indonesia Memilih Berobat ke Luar Negeri |
|
|---|
| Virus HMPV: Apa Itu dan Mengapa Perlu Diwaspadai? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/24032024-TBC.jpg)