Sabtu, 11 April 2026

Info Wamena

Mahasiswa Jayawijaya TOLAK Pembangunan Korem di Muliama, Ini Alasannya

Mahasiswa Jayawijaya Kota Study Manokwari dengan tegas menolak pembangunan Korem di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Penulis: Arni Hisage | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Istimewa
Mahasiswa Jayawijaya Kota Study Manokwari menolak pembangunan Korem di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Arny Hisage

TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENAMahasiswa Jayawijaya Kota Study Manokwari dengan tegas menolak pembangunan Korem di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Penolakan tersebut dengan alasan dinamika yang terjadi di atas tanah Papua.

Baca juga: Wapres Maruf Amin Disebut akan Hadiri HUT Pekabaran Injil di Wamena Papua Pegunungan

Para mahasiswa tersebut mengatakan, namanya pembangunan pos TNI dan Polri, entah itu Kodim, Pangdam, Batalion, Korem, Polda, Polresta, dan Polsek tidak ada jaminan hidup bagi masyarakat Papua.

 

 

Hal itu disampaikan langsung oleh Koordinator Aksi Penolakan terhadap Pembangunan Korem di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Umai Lengka melalui keterangan tertulisnya kepada Tribun-Papua.com, Selasa (9/4/2024).

Dikatakan, pembangunan tersebut dengan tegas pihaknya menolak karena tidak ada yang memberikan jaminan keberlangsungan hidup bagi masyarakat Papua, khususnya Papua Pegunungan mulai dari saat ini sampai dengan anak cucu kedepan.

Baca juga: Polres Jayawijaya Bagikan 200 Kotak Takjil Gratis kepada Warga Kota Wamena

"Muliama bukan tanah kosong, tetapi tanah milik masyarakat adat Muliama. Jadi Dandim 1702 Jayawijaya jangan memaksa masyarakat untuk membangun Korem karena kebanyakan masyarakat setempat menolak," kata Umai Lengka.

Pihaknya pun menyarankan, Dandim 1702 Jayawijaya mencari tempat lain yang selayaknya, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Dengan realita yang ada, pembangunan pos-pos TNI maupun Polri dimana-mana tetapi tidak ada kenyamanan dan ketentraman terhadap masyarakat, yang ada hanya penyiksaan, penembakan pemaksaan, perampasan lahan dan menimbulkan memoria passionis yang mendalam.”

"Sehingga saya harap pembangunan korem di Muliama segera dihentikan, karena tentu tidak akan ada kesejahteraan abadi bagi masyarakat adat Distrik Muliama Kabupaten Jayawijaya Papua pengunungan," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved