Sejarah
Jejak Sembilan Kerajaan Islam di Tanah Papua
Islam masuk ke Tanah Papua sekira abad ke-15. Sejak itu pula kerajaan-kerajaan bercorak Islam bermunculan.
Penulis: Paul Manahara Tambunan | Editor: Paul Manahara Tambunan
TRIBUN-PAPUA.COM - Islam masuk ke Tanah Papua sekira abad ke-15.
Sejak itu pula kerajaan-kerajaan bercorak Islam bermunculan.
Pemetaan kerajaan Islam di Papua dapat dibagi ke dalam tiga daerah utama.
Antara lain kerajaan Islam di Kepulauan Raja Ampat, Kabupaten Fakfak, dan Kabupaten Kaimana.
Kerajaan Islam di Papua disebut juga Petuanan.
Meskipun bentuk pemerintahannya kerajaan, pengaturan pemerintahannya mengandalkan sistem Dewan Adat karena kesukuan mereka masih sangat kental.
Baca juga: Stadion Abdullah bin Khalifa, Balada Kemenangan Indonesia Atas Australia
Dewan Adat dipimpin Kepala Adat dan setiap marga memiliki perwakilan di dalamnya.
Kerajaan Islam di Papua umumnya berada di bawah kekuasaan kesultanan di Maluku, tetapi diberikan otonomi untuk mengurus pemerintahan mereka sendiri.
Berikut ini sembilan kerajaan Islam di Papua.
Kerajaan Fatagar
Kerajaan Fatagar berada di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Berdirinya kerajaan ini tidak lepas dari proses akulturasi antara budaya Papua dan Kepulauan Maluku yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Di Semenanjung Onin Fakfak, pengaruh yang signifikan datang dari Kesultanan Tidore.
Agama Islam tersebar secara bertahap di wilayah pesisir ini, kemudian membentuk komunitas-komunitas Muslim.
Pada perkembangannya, muncul Kerajaan Fatagar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/02052022-Masjid_Tua_Patimburak_Fakfak.jpg)