Sejarah
Jejak Sembilan Kerajaan Islam di Tanah Papua
Islam masuk ke Tanah Papua sekira abad ke-15. Sejak itu pula kerajaan-kerajaan bercorak Islam bermunculan.
Penulis: Paul Manahara Tambunan | Editor: Paul Manahara Tambunan
Raja Rumbati memiliki keturunan campuran dari Gorom, Kepulauan Maluku.
Karena itu, penduduk di kerajaan sering kali menilai bahwa raja mereka lebih memprioritaskan warga Gorom.
Kerajaan Patipi
Kerajaan Patipi juga berada di Semenanjung Onin, Fakfak, Papua Barat, dan rajanya juga merupakan keturunan campuran Gorom.
Wilayah Kerajaan Patipi merupakan kekuasaan Raja Rumbati.
Kerajaan Atiati
Kerajaan Atiati berada di Semenanjung Onin, Fakfak, Papua Barat.
Raja Atiati merupakan salah satu raja yang memenuhi persyaratan menerima jabatan raja dari Sultan Tidore secara langsung.
Dumas, dalam laporan serah terimanya di Fakfak pada 22 Januari 1911, menyatakan bahwa Raja Fatagar dan Raja Atiati masih memiliki hubungan keluarga yang sangat dekat.
Kedua raja tersebut memiliki hak untuk memerintah di wilayah kerajaan mereka masing-masing.
Mereka juga menjalin kerja sama dan memajukan berbagai bidang, serta memiliki pengaruh dan kekuasaan yang cukup luas atas penduduknya.
Kerajaan Salawati
Kerajaan Salawati berdiri di Pulau Salawati, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Pusat pemerintahan Kerajaan Salawati terletak di Kampung Samate, yang kini berada di Kecamatan Salawati Utara.
Oleh karena itu, kerajaan ini juga dikenal dengan nama Kerajaan Samate.
Baca juga: Indahnya Toleransi di Fakfak, Teatrikal Penyaliban Tuhan Yesus dan Aksi Hadrat Pemuda Muslim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/02052022-Masjid_Tua_Patimburak_Fakfak.jpg)