ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Papua Terkini

Mengacu UU Otsus, UNCEN Tetap Prioritaskan Calon Mahasiswa Baru Asli Papua 80 Persen

Guna peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang sangat dibutuhkan khususnya bagi masyarakat asli Papua melalui lembaga perguruan tinggi.

Penulis: Noel Iman Untung Wenda | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Noel Iman Untung Wenda
Tampak calon mahasiswa baru Universitas Cendrawasih saat melakukan pendaftaran registrasi Direktorat Universitas belum lama ini. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Noel Iman Untung Wenda

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Sebagai bentuk keberpihakan bagi calon mahasiswa baru (Maba) orang Papua, Universitas Cendrawasih (Uncen) tetap kembali menerima mahasiswa dengan memberikan kuota 80 persen bagi siswa asli Papua.

Hal ini disampaikan Plt Kepala Biro Administras Akademis Kemahasiswaan (BAAK) Uncen Papua, Chris Jan Rumsano kepada Tribun-Papua.com di Waena, Kamis (2/5/2024).

Baca juga: Uncen Kembali Gelar Seleksi SNMPTN bagi Calon Mahasiswa Baru, Ini Tahapannya

Ia mengatakan, pemberian kuota 80 persen bagi calon mahasiswa baru asli Papua merupakan komitmen Universitas Cendrawasih sebagai kampus tertua serta mengacu pada undang-undang Otonomi Khusus untuk memberikan keberpihakan kepada masyarakat asli Papua khususnya calon mahasiswa baru di kampus itu.

"Sementara untuk kuota 80 persen bagi calon mahasiswa asli Papua dan 20 persen bagi calon mahasiswa non Papua tetap berlaku di uncen," ujarnya melalui telepon selulernya.

 

 

Selain Otsus, kata Chris, juga guna peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang sangat dibutuhkan khususnya bagi masyarakat asli Papua melalui lembaga perguruan tinggi.

"Ini (Uncen) masih berada di wilayah Papua dan kita masih berpegang pada kekuatan Otsus dan merupakan universitas tertua yang ada di Papua," katanya.

Baca juga: Uncen Mengalami Penunuran Penerimaan Mahasiswa Baru

Selain itu, ia juga mengharapkan kepada mahasiswa selain Uncen ada juga kampus-kampus lain yang perlu menjadi pilihan untuk menjadi mahasiswa yang cerdas, berpendidikan, dan berprestasi.

"Selain itu, dengan adanya pemekaran provinsi tentu akan ada kampus-kampus baru yang dibuka, dan kedinasa Jadi kami kira ini sudah ada banyak pilihan bagi calon mahasiswa Papua," katanya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved