Info Jayapura
Dana Otsus Dinsos Kabupaten Jayapura 2024 Cair Sebesar Rp 3 Miliar, Ini Peruntukannya
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jayapura Arry Ronny Deda mengatakan, dana otsus tahun ini naik sebesar Rp 1miliar dibandingkan tahun lalu.
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Lidya Salmah
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jayapura menerima kucuran dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2024 sebesar Rp 3 miliar diperuntukkan untuk bantuan sosial kepada pelaku usaha UMKM, peternak, dan bantuan anak terlantar.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jayapura Arry Ronny Deda mengatakan, dana otsus tahun ini naik sebesar Rp 1miliar dibandingkan tahun lalu.
"Kalau kemarin (2023) Rp 2 miliar, tahun ini naik jadi Rp 3 miliar padahal direncanakan Rp 5 miliar," ujarnya di Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (14/5/2024).
Baca juga: Hari Malaria Sedunia, Triwarno Apresiasi Kinerja Kader dan Petugas Kesehatan di Kabupaten Jayapura
Arry menjelaskan, hampir seluruh program kegiatan yang dikerjakan menggunakan dana Otsus.
Sementara dari dana DAU hanya untuk belanja pegawai, bahkan sampai saat ini pihaknya belum menerima dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) karena terjadi gangguan sistem.
"Kita ada perubahan DPA, karena diinput ada sistem yang terganggu jadi DPA berubah (tetapi) sekitar 3 miliar (dana otusus) untuk bantuan sosial, UMKM, peternakan, bantuan bahan bangunan, semua kegiatan dana Otsus, DAU untuk keperluan belanja pegawai," katanya.
Adapun, penerima manfaat yang didata Dinas Sosial terverifikasi penerima bantuan baru dan lama.
Dinas Sosial juga menerima bantuan dari Kementerian Sosial, namun data penerima bantuan dari pusat terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan sehingga penerima manfaat harus menunggu.
"Kadang memperlambat orang yang sebenarnya mendapatkan bantuan akhirnya menunggu," katanya.
Baca juga: Pemkab Jayapura Kucurkan Dana Rp 2 Miliar Untuk Program TMMD di Kampung Naira
Arry mengatakan, pihaknya biasanya mengecek kembali data-data penerima bantuan baik dari dinasnya maupun Kementerian Sosial agar tidak terjadi pendobolan data.
"Jadi kami akan mengecek kembali bantuan dari Kementerian. Ada data yang belum dibantu dari kementerian disitu kita melakukan intervensi ada data kita. Supaya cepat karena terkadang di kementerian ada keputusan-keputusan (sendiri) disana," ujarnya.
Arry menambahkan, seluruh bantuan akan di salurkan dalam waktu dekat ini. (*)
| Seminar dan Pelantikan PERDATIN Papua, Bahas Penanganan Cepat Pasien Kritis |
|
|---|
| Pekerja Proyek Pemerintah Wajib Masuk Jaring Pengaman Sosial |
|
|---|
| Ketinggian Air Capai 1 meter, Warga di Tepian Danau Sentani Terancam Mengungsi |
|
|---|
| Universal Coverage Jamsostek: Menenun Jaring Pengaman Sosial di Tanah Papua |
|
|---|
| BPJS Ketenagakerjaan dan Kejari Jayapura Dorong Kepatuhan Badan Usaha |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/14052024-Dedaa.jpg)