Sabtu, 18 April 2026

KPU Jayawijaya

KPU Jayawijaya Lantik 200 Anggota PPD untuk Pilkada 2024

Pelantikan tersebut dilakukan setelah menyeleksi dari sekian ribu orang yang mendaftar melalui aplikasi Siakba KPU.

|
Penulis: Arni Hisage | Editor: Lidya Salmah
istimewa
200 Anggota PPD  resmi dilantik oleh Ketua KPU Jayawijaya di gedung Tongkonan Wamena 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Arny Hisage

TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jayawijaya melantik 200 Anggota Panitia Pemilihan Distrik (PPD) untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2024.

Pelantikan tersebut dilakukan setelah menyeleksi dari sekian ribu orang yang mendaftar melalui aplikasi Siakba KPU, selanjutnya seleksi pemberkasan, tes tertulis hingga wawancara, dimana dinyatakan lulus melakukan pelantikan pada Kamis (26/05/2024) di gedung Tongkonan Wamena Papua Pegunungan.

Ketua KPU Jayawijaya Silas Hubi mengatakan, pelantikan hari ini perdistrik 5 orang, di mana dari 40 distrik sehingga ada 200 orang anggota PPD yang dilantik pada hari ini, setelah dilakukan dengan proses yang panjang.

"Setelah pelantikan ini, para seluruh anggota PPD harus menjalankan tugas sesuai dengan tanggung jawab mereka yang sudah disampaikan dalam fakta integritas sebagai anggota PPD.  Kalau ada yang melanggar, ada sangsi administrasi dam bisa diberhentikan, kita baru lewat dan tercatat bahwa Jayawijaya mendapatkan PSU, jangan terulang lagi pada pilkada ini," tegas Silas Hubi.

Baca juga: Pemkab Jayawijaya Gelar Rakor Final Noken Street Fashion, Ini Penekanan Sumule Tumbo

Ia berpesan kepda seluruh anggota PPD yang baru dilantik ini, setelah keluar dari tempat ini menjaga nama baik lembaga ini.

"Cukup saja kemarin jangan sampai terulang. Kami komisioner berusaha akan baik tapi karena kita manusia biasa sehingga diharapkan kepada seluruh anggota PPD untuk kita dapat kerja sama yang baik agar pilkda Jayawijaya ini sukses sesuai dengan apa yang diharapkan oleh kita semua," ujarnya.

KPU Jayawijaya juga akan berusaha bekerja keras untuk menjaga nama baik Jayawijaya dan Provinsi Papua Pegunungan, karena ini sejarah baru pertama kali akan memilih Gubernur di Provinsi Papua Pegunungan dan komisioner juga demikian.

"Tadi kurang lebih sudah sampaikan bahwa di fakta integritas itu terkait dengan kesiapan dan persiapan mereka secara pribadi, walaupun ada hal-hal yang jangkal untuk mereka dan itu memang sudah tidak bisa ditoleransi sebaiknya  harus mengganti," tegasnya.

"Itu yang menjadi penegasan dari kami komisioner KPU Jayawijaya, penggantinya itu ada di daftar tunggu yang di nomor urut 6-10, jadi mereka itu posisi standby, ketika 5 orang ini kalau ada yang bikin nego-nego dan lainnya secara otomatis mereka akan digeser dan daftar tunggu yang akan melanjutkan,"imbu dia.

Ditambahkan Komisioner KPU Jayawijaya Devisi SDM, Niko Asso, pihaknya dari  SDM berharap kepada penyelenggara dalam pemilihan ini dengan penuh bertanggung jawab dan menjaga nama baik setiap distrik sampai dengan tingkat kampung.

"Kami tidak mau lagi terulang masalah yang seperti kemarin, untuk nama baik distrik dan kampung ada di bundak PPD saat ini, kalau mencoret nama baik distrik atau kampung, maka mencoret nama baik diri sendiri," pungkasnya.

Niko juga berharap, Pilkada 2024 berlangsung dengan aman, damai dan penuh bertanggung jawab. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved