Info Jayapura
Peran Keluarga Penting Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Kabupaten Jayapura
Pertemuan ke IV itu diikuti 10 keluarga terdiri dari 10 orang Ibu dan 10 orang Anak bertempat di SDN Inpres Dobonsolo Sentani, Distrik Sentani.
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Lidya Salmah

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Jayapura melalui bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat melaksanakan kegiatan Intervensi Ketahanan Keluarga Anti Narkoba.
Pertemuan ke IV itu diikuti 10 keluarga terdiri dari 10 orang Ibu dan 10 orang Anak bertempat di SDN Inpres Dobonsolo Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.
Adapun, narasumber pada kegiatan tersebut pada sesi orang tua adalah Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Jayapura Miryam Soumilena, di dampingi oleh Fasilitator Muhammad Akbar, dan Narasumber pada sesi Anak dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Jayapura adalah Yust Ivone Sokoy.
Kepala BNN Kabupaten Jayapura Aryanto kepada Tribun-Papua.com, Minggu (19/5/2024) melalui pesan WhatsApp, menjelaskan kegiatan itu bertujuan untuk membentengi keluarga dari ancaman penyalagunaan narkoba.
Baca juga: BNN Papua Musnahkah 1 Kg Ganja dari Dua Pelaku, Satu Orang WNA PNG
Terbagi dalam dua sesi yakni, sesi anak-anak dan orang tua. Sesi anak diisi dengan materi melatih anak-anak mempraktekkan langkah untuk mengatasi tekanan teman sebaya yang tidak mau mendengar dan membantu anak mengenali ciri/karakteistik teman baik dan teman tidak baik.
Sedangkan, pada sesi orangtua yakni mendiskusikan strategi yang efektif untuk mengurangi perilaku agresif pada anak-anak dan melatih orang tua tentang cara-cara untuk menjaga diri mereka sendiri.
"Pada sesi keluarga dilakukan kegiatan membantu ibu dan anak - anak bergembira bersama, membantu para orangtua belajar bagaimana anak-anak mereka mengatasi tekanan teman sebaya, menunjukkan kepada anggota keluarga bahwa menggunakan keterampilan yang mereka pelajari akan membantu mereka meraih mimpi dan mendorong keluarga bicara bersama tentang waktu untuk bersama," ujar Ariyanto.
Ia mengatakan pertahanan terakhir dari penyalagunaan narkoba adalah keluarga.
Selain menjadi tugas pemerintah dan masyarakat, orang tua perlu dibekali pengetahuan untuk membentengi keluarga dari ancaman penyalagunaan narkoba.
Lebih lanjut, terutama komunikasi efektif dan harmoni terus harus ada dalam keluarga sehingga anak tidak merasa takut untuk mengutarakan masalahnya.
Kemudian, orang tua juga mampu memberi solusi bagi anak yg dalam permasalahan.
Termasuk dalam masalah penyalahgunaan narkoba.
"Ada komunikasi yang terbuka antara anak dan orang tua sehingga anak selalu merasa aman dan nyaman dalam keluarga. Keluarga adslah benteng terakhir dalam pencegahan dan pemberantasan penyalagunaan narkoba," katanya. (*)
Dosen FKM Uncen Pakai Teknologi RO Bantu Warga Keerom Atasi Kesulitan Air Bersih |
![]() |
---|
Warga Perbatasan Papua Nugini Ikuti Pelatihan Barista di Koya Kota Jayapura |
![]() |
---|
Warga Distrik Kaureh Kabupaten Jayapura Minta Bupati Yunus Wonda Perbaiki Jalan Kampung |
![]() |
---|
Bupati Jayapura, Yunus Wonda Minta PT Sinar Mas Perhatikan SDM dan Layanan Kesehatan Buruh Sawit |
![]() |
---|
Uncen Kolaborasi Lintas Sektor Luncurkan Regional Center of Excellence Program Makan Bergizi Gratis |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.