Tajuk Rencana
Tapera, Program Jokowi yang Menghantui Masyarakat
Bagaimana tidak, untuk melancarakan Tapera, pemerintah bukan saja memotong gaji setiap pekerja di sektor formal, malah pekerja swasta juga disasar.
Oleh karena itu, sangat wajar program Tapera tidak direspons dengan baik. Masyarakat sudah telanjur kecewa.
Konteks lainnya yang perlu dipahami adalah perubahan generasi yang membutuhkan cara komunikasi yang lebih baik.
Pemerintah mungkin berpikir sederhana karena dasar hukum sudah ada, maka program ini dengan mudah diterima masyarakat.
Akan tetapi, kenyataannya generasi Z yang sudah masuk dunia kerja dan merupakan populasi yang sedang bertumbuh memiliki cara komunikasi yang jauh berbeda.
Mereka tidak bisa begitu saja menerima kebijakan atau program yang jatuh dari langit.
Generasi Z yang terpapar oleh berbagai masalah, seperti pandemi Covid 19, masalah ekonomi, perubahan iklim, dan disrupsi digital, merasa bahwa mereka adalah generasi yang tertimpa masalah.
Mereka merasa menjadi korban generasi berikutnya.
Apabila kemudian yang masuk ke dalam pikiran mereka adalah pungutan, maka Tapera dianggap sebagai beban dibandingkan solusi.
Oleh karena itu pemerintah perlu membenahi komunikasi Tapera agar niat baik diterima dengan baik.
Di samping itu, pemerintah perlu membangun kepercayaan warga dalam hal pungutan. (*)
Tulisan ini dioptimasi dari Kompas.id, silakan klik dan berlangganan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/Rencana-pemerintah-memotong-gaji-setiap-pekerja-di-sektor-formal-untuk.jpg)