Rabu, 3 Juni 2026

Info Jayapura

Disbunnak Kabupaten Jayapura Cepat Tanggap Putus Wabah ASF 

Jenis babi kampung yang ada di Kabupaten Jayapura daya tahan tubuh lebih kuat dari babi ras.

Tayang:
Tribunnews
ILUSTRASI - African Swine Fever (ASF) telah menyerang ternak babi 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disbunnak) Kabupaten Jayapura lakukan langkah cepat memutus mata rantai wabah demam babi atau African swine fever (ASF) dengan melakukan pemusnahan, dan penyemprotan disenfektan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Jayapura, drh. Adorsina D Wompere mengatakan, virus demam babi di tandai dengan bagian telinga dan badan ada ruam kemerah-merahan, tiba-tiba sesak nafas, dan kaki bergoyang-goyang, lalu mati dengan seketika.

Baca juga: Virus ASF Ditemukan di Sentani Timur, Pemkab Jayapura Musnahkan Puluhan Ekor Babi

Kasus itu ditemukan sejak akhir Maret.

Kronologisnya terjadi kematian babi secara berturut-turut, hal itu menimbulkan kecurigaan masyarakat hewan ternaknya mati karena di racuni. Setelah tiga kali ke lapangan, dan melakukan pengambilan sampel, babi ditemukan positif ASF.

"Kami mendapatkan hasil lab yang menunjukkan ternak babi yang mati sejak Januari- akhir Maret adalah ASF. Kami sudah melakukan desinfeksi, pelayanan pengobatan pada akhir Mei," katanya.

Adrosina menjelaskan, kasus demam babi yang terjadi di Distrik Timur berbeda dengan di Timika, Papua Selatan, jenis babi kampung yang ada di Kabupaten Jayapura daya tahan tubuh lebih kuat dari babi ras.

"Makanya mati tidak serempak, tetapi berjarak. Langkah pencegahan, akhirnya depopulasi terbatas. Virus tidak ada obatnya jadi hanya bisa dilakukan kandang harus bersih. Vaksin ASF belum ada, hanya bisa sibuat dengan bio security dan pakan yang baik, kandang bersih otomatis ternak akan sehat, meski begitu tidak menular ke manusia," katanya.

Setelah mengambil sampel di Distrik Sentani Timur, Disbunnak juga melakukan uji sampel di Distrik Sentani, Waibu, dan Sentani Barat.

"Kita melakukan survelence ke lapangan dan ada hasil kab yang mengatakan daerah-daerah tersebut negatif," ujarnya. (*)  

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved