Info Jayapura
Disbunnak Kabupaten Jayapura Cepat Tanggap Putus Wabah ASF
Jenis babi kampung yang ada di Kabupaten Jayapura daya tahan tubuh lebih kuat dari babi ras.
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Lidya Salmah
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disbunnak) Kabupaten Jayapura lakukan langkah cepat memutus mata rantai wabah demam babi atau African swine fever (ASF) dengan melakukan pemusnahan, dan penyemprotan disenfektan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Jayapura, drh. Adorsina D Wompere mengatakan, virus demam babi di tandai dengan bagian telinga dan badan ada ruam kemerah-merahan, tiba-tiba sesak nafas, dan kaki bergoyang-goyang, lalu mati dengan seketika.
Baca juga: Virus ASF Ditemukan di Sentani Timur, Pemkab Jayapura Musnahkan Puluhan Ekor Babi
Kasus itu ditemukan sejak akhir Maret.
Kronologisnya terjadi kematian babi secara berturut-turut, hal itu menimbulkan kecurigaan masyarakat hewan ternaknya mati karena di racuni. Setelah tiga kali ke lapangan, dan melakukan pengambilan sampel, babi ditemukan positif ASF.
"Kami mendapatkan hasil lab yang menunjukkan ternak babi yang mati sejak Januari- akhir Maret adalah ASF. Kami sudah melakukan desinfeksi, pelayanan pengobatan pada akhir Mei," katanya.
Adrosina menjelaskan, kasus demam babi yang terjadi di Distrik Timur berbeda dengan di Timika, Papua Selatan, jenis babi kampung yang ada di Kabupaten Jayapura daya tahan tubuh lebih kuat dari babi ras.
"Makanya mati tidak serempak, tetapi berjarak. Langkah pencegahan, akhirnya depopulasi terbatas. Virus tidak ada obatnya jadi hanya bisa dilakukan kandang harus bersih. Vaksin ASF belum ada, hanya bisa sibuat dengan bio security dan pakan yang baik, kandang bersih otomatis ternak akan sehat, meski begitu tidak menular ke manusia," katanya.
Setelah mengambil sampel di Distrik Sentani Timur, Disbunnak juga melakukan uji sampel di Distrik Sentani, Waibu, dan Sentani Barat.
"Kita melakukan survelence ke lapangan dan ada hasil kab yang mengatakan daerah-daerah tersebut negatif," ujarnya. (*)
| Kehadiran KDM Warnai Konferensi APS di Kota Jayapura: Bahas Lompatan Baru Pembangunan Papua |
|
|---|
| Peluang Usaha Pelabuhan dan Perairan di Papua Menjanjikan: Warga Lokal Harus Jadi Pelaku Utama |
|
|---|
| Harga Bapok di Jayapura Melonjak, Pemerintah Diminta Intervensi Pasar |
|
|---|
| Orang Asli Papua Papua Diprioritaskan Masuk Kedokteran Uncen lewat Kerja Sama Pemerintah Daerah |
|
|---|
| Revitalisasi Pasar Entrop Jayapura Hadapi Kendala Hak Ulayat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/01022024-Ternak_Babi.jpg)