Sabtu, 11 April 2026

Papua Terkini

Begini aran Profesor Julius Ary Mollet Soal Ekonomi Hijau di Papua

Hal ini Kata Prof untuk produksi Papua Induk sendiri berkurang maka sudah saatnya Papua Induk berupaya mencari solusi. 

Tribun-Papua.com/Noel Wenda
Akademisi Uncen Prof Julius Ary Mollet 

Laporan: Tribun-papua.com/Noel Iman Untung Wenda

TRIBUN-PAPUA.COM - Menanggapi rencana pemerintah provinsi Papua induk menggalakan ekonomi hijau dan ekonomi biru akademisi Universitas Cendrawasih memberikan sejumlah saran dan masukan.

Hal ini diungkapkan Prof. Dr. Yulius Ary Mollet kepada Tribun-papua.com di ruang kerjanya, di Kampus II Uncen, Waena, Diatrik Heram, Kota Jayapura, Selasa, (11/06/2024) ia mengatakan bahwa setelah adanya pemekaran Papua Selatan, Papua pegunungan, Papua Tengah dan Papua Barat,  dan selam masih satu  Papua Induk memiliki  sektor  tambang yang memang kontribusi cukup signifikan terhadap  perekonomian Papua namun saat ini tidak demikian.

Hal ini Kata Prof untuk produksi Papua Induk sendiri berkurang maka sudah saatnya Papua Induk berupaya mencari solusi. 

Baca juga: Profesor Ari Mollet: Orang Papua Sebenarnya Sudah Mampu Mandiri Sejak Dulu

"Untuk di kota Jayapura sendiri itu sektor jasa yang paling dominan, dan sektor jasa ini dipengaruhi juga dengan ekonomi global Seperti contohnya kasus covid kemarin, hampir semua sektor jasa semua koleps, tapi yang perlu di kembangkan di Papua yaitu, kita harus mengacu pada sistem aple  development pembangunan berkelanjutan," jelasnya.

Ia menjelaskan, masyarakat dunia saat ini melihat tidak hanya pada produk jadinya tetapi, sebelum produk ini Jadi, siapa saja aktor-aktor di belakangnya sehingga walaupun produknya bagus mereka tidak akan beli karena mungkin saja merusak lingkungan.

Suku Awyu berkumpul saat upacara pemasangan tanda di kampung Kowo, Boven Digoel, Papua Selatan, 24 Juni 2023.
Suku Awyu berkumpul saat upacara pemasangan tanda di kampung Kowo, Boven Digoel, Papua Selatan, 24 Juni 2023. ((GREENPEACE/JURNASYANTO SUKARNO))

Prof juga apresi adanya deklarasi manokwari di Papua barat mendeklarasikan diri sebagai provinsi konservasi hal ini menurutnya, pemerintah dan swasta tidak bisa membangun sembarang karena harus menuju kepada isus konservasi atau lingkungan.

Sementara di Papua Prof Ary  mengatakan memang ada kebijakan pemerintah sampai saat ini terkait ekonomi hijau tapi harus memperhatikan tiga aspek penting.

Baca juga: Cerita Enggelbertha Kaize, Polwan Papua Selatan Punya Segudang Prestasi hingga Mancanegara

"Green ekonomi itu merupakan turunan dari ekonomi yang berkelanjutan, dengan tiga aspek yang harus diperhatikan yang pertama manfaat ekonomi hujau, yang kedua dia harus menjaga lingkungan, dan yang ketiga Bagaimana partisipasi masyarakat lokal," Kata Prof yang juga membicarakan ekonomi hijau dalam Orasi Ilmiahnya itu.

Untuk itu ia menegaskan bahwa tiga hal ini harus menjadi hal penting yang perlu diexplore oleh pemerintah provinsi Papua dalam pengembangan ekonomi hujau, (*).

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved