Jumat, 24 April 2026

Info Jayapura

50 Petani Sawit se-Tanah Papua Ikut Workshop Penguatan Kelembagaan dan Kemitraan

Albert Yoku menjelaskan, tujuan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada para petani sawit.

Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Ketua DPW Apkasindo Papua Albert Yoku saat diwawancarai awak media di Swisbell Hotel Jayapura, Jumat (28/6/2024). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Sebanyak 50 orang dari lima provinsi DOB mengikuti workshop Penguatan Kelembagaan dan Kemitraan Kelapa Sawit.

Pelatihan diselenggarakan oleh Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Provinsi Papua.

Ketua DPW Apkasindo Papua Albert Yoku mengatakan, 50 orang ini berasal dari Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat Daya dan Papua Barat.

Albert Yoku menjelaskan, tujuan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada para petani sawit.

"Agar memahami terkait perkembangan kebun sawit di Indonesia sehingga ke depan ada keberlanjutan penanamam kembali sawit di Tanah Papua," kata Albert Yoku di Swisbell Hotel Jayapura, Jumat (28/6/2024).

Baca juga: Hutan Papua Dibabat Perusahaan Sawit, Menteri ATR Agus Harimurti Yudhoyono Malah Bilang Begini

Menurut Albert, di seluruh Papua ada sekitar 62 heaktar yang di kelola baik itu dari masyatakat ataupun perusahaan namun pihaknya melihat pengarapan tersebut belum maksimal.

Ilustrasi poster All Eyes on Papua.(X)
Ilustrasi poster All Eyes on Papua.(X) (Tribun-Papua.com/Istimewa)

"Untuk itu diharapkan dengan adanya workshop penguatan tersebut nantinya hasil produksi sawit di Tanah Papua bisa lebih maksimal agar nantinya ke depan Papua dapat menghadirkan pabrik kelapa sawit guna menghasilkan CPO atau minyak sawit," ujarnya.

Baca juga: 39.000 Hektare Hutan Papua Dirampas Perusahaan Sawit, Kayunya Dibabat dan Masyarakat Adat Tergusur

Dia menjelaskan selain itu ke depan bisa menyerap tenaga kerja yang lebih besar sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi Papua.

"Oleh sebab itu pihaknya mengajak seluruh para petani kelapa sawit agar terus meningkatkan sumber daya manusia agar tetap memelihara e komoditas tersebut sehingga dapat menjadi komoditi strategis nasional," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved