Info Jayapura
19 Dewan Guru Besar UGM Yogyakarta Kunjungi Uncen Jayapura, Ini yang Dibahas
Oscar menjelaskan, keberadaan Universitas Cenderawasih sudah ada dan berdiri sejak 10 November 1962 di Republik Indonesia.
Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berkunjung ke Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua, Jumat (12/7/2024).
Kegiatan ini yaitu Professors go to Frontiers yang bertema Kolaborasi Pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Papua dan Papua Selatan.
Selain itu melalui pertemuan ini membahas terkait ‘Pengembangan Wilayah Perbatasan, Teknologi, Peningkatan Perekonomian, Kesehatan, dan Sumber daya Manusia’.
Tujuan dari kegiatan ini adalah pendidikan dan pengabdian bersama Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) sharing keilmuan berupa seminar, kuliah umum, mengunjungi daerah untuk pembangunan berkelanjutan, sejarah dan budaya.
Baca juga: BEM Fakultas Uncen Perjuangkan Nasib Mahasiswa Baru OAP yang Tidak Diakomodir
Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Provinsi Papua, Oscar Oswald O Wambrauw mengatakan, pertemuan ini adalah pertama kali kunjungan guru besar terbanyak di Papua.
"Ini kunjungan pertama Universitas dari luar Papua dengan rombongan guru besar yang terbanyak di Tanah Papua, khusunya Provinsin Papua terlebih khusus di Universitas Cenderawasih," kata Oscar Wambrauw dalam sambutanya.
Oscar menjelaskan, keberadaan Universitas Cenderawasih sudah ada dan berdiri sejak 10 November 1962 di Republik Indonesia.
"Sejak 61 tahun lalu, belum ada satupun institusi negara Republik indonesia di Papua," ujarnya.
Meski begitu,lanjut Oscar waktu itu Universitas Cenderawasih didirikan atas Amanat Paduka yang Mulia Presiden / Panglima tertinggi yang menginstruksikan melalui Wampa Urusan Man Barat dan Wampa Urusan Kesejahteraan Rakyat supaya secepatnya didirikan suatu pendidikan tertinggi di Irian Barat.
Dengan pendidikan yang terbatas ini tidak mematahkan semangat Pemerintah Indonesia untuk membuka salah satu pendidikan tinggi di tanah Papua, sehingga pada tanggal, 10 November 1962, di kota baru (Jayapura sekarang) berdasarkan Keputusan Presiden RI No.389, tanggal 31 Desember 1962 dan Keputusan bersama WAMPA / Kordinator Urusan Irian Barat (sekarang Papua), dan Menteri PTIP. No.140 / PTIP/ 1962 tanggal 10 November 1962. Saat itu Irian Barat secara Administrasi masih dibawah Pemerintahan United Nations For Temporary Authority (UNTEA).
Lanjut Oscar, Universitas Cenderawasih sebagai simbol bahwa Republik Indonesia ada di atas Tanah Papua yang saat itu bernama Irian Barat.
"Satu tahun setelah itu barulah Trikora,saat itu, Uncen sudah ada berdasarkan Surat Keputusan Presiden. Saat didirikan hanya dengan dua tujuan utama," ungkapnya.
Tujuan pertama yakni Politik. Dan itu sudah selesai.
Baca juga: Uncen Babat Habis Dusun Sagu Masyarakat untuk Pembangunan RS Veritikal, Ini Dampak Buruknya
"Kemudian tugas kita yang kedua yakni memanusiakan manusia Papua," pungkasnya.
Sekadar diketahui, delegasi Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (DGB UGM) melakukan kunjungan ke Papua yakni berjumlah 19 orang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/an-Guru-Besar-Universitas-Gadj.jpg)