Info Mimika
APBD-P Mimika 2024 Diperkirakan Defisit 800 Miliar Rupiah
Hal ini diungkapkan saat Apel Gabungan di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (5/8/2024).
Penulis: Kristina Rejang | Editor: Lidya Salmah
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Kristina Rejang
TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA- Penjabat Sekda (PJ) Petrus Yumte menyebut Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kabupaten Mimika defisit Rp800 miliar.
Hal ini diungkapkan saat Apel Gabungan di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (5/8/2024).
Sekda menjelaskan pihaknya bersama Plt. Bupati Mimika hampir satu minggu berada di Jakarta untuk melakukan sejumlah rapat dengan berbagai pihak untuk membantu Pemkab agar tidak mengalami defisit.
"Ada peluang tapi tipis, tidak bisa membantu kita. Karena defisit APBD kita kemungkinan Rp800 miliar dari 7,5 Triliun," ungkapnya.
Baca juga: UPDATE: Satu Korban Kecelakaan Laut Longboat Terbalik di Perairan Ararau Mimika Belum Ditemukan
Dikatakan, APBD-P merupakan sebuah rencana yang belum tentu ada uangnya.
"7,5 Triliun kalau 800 miliar (defisit) mestinya kita (dana APBD-P) Rp5 triliun atau 5,4 atau 5,1. Kalau itu terjadi maka banyak hal belanja yang kita akan kurangi," katanya.
Sehingga, kata dia pihaknya sudah melakukan perhitungan dengan tim anggaran dan mengevaluasi berbagai program dan kegiatan.
"Yang tidak bisa dikerjakan tahun ini ditender tahun depan. Mau bayar bagaimana kita sudah min 800 miliar. Jadi saya harap kita semua berjuang bersama-sama. Dengan ini supaya APBD-P kita yang memang estimasinya luar biasa karena kondisi yang sebenarnya tidak seperti itu," ungkapnya.
Ia berharap kepala bagian program di setiap OPD bisa memahami dan menyesuaikan dengan situasi.
"Di jayapura pegawai demo karena TPP belum dibayar 6-7 bulan, kemungkinan kita juga begitu, karena tidak cukup," terangnya.
Ketika diwawancarai awak media usai menyampaikan pernyataan diatas saat memimpin apel, Petrus Yumte menegaskan kemungkinan defisit terjadi.
"Kemungkinan pasti, kemarin perjuangan teman-teman (tim anggaran) itu Rp800 miliar bisa defisit," ujarnya.
Dikatakan pihaknya akan terus melakukan evaluasi terkait hal tersebut.
"Jadi ya sudah pasti terjelek pasti kita evaluasi semua. Belanja termasuk belanja pegawai kita kurangi semua," terangnya.
Ia juga menyinggung Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) juga akan ikut terkena dampak.
"TPP bisa hancur. sekarang kita tahan TPP bayar bagaimana ? Kan sudah dihitung semua dan defisit," pungkasnya. (*)
| Puskesmas Timika Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Ancaman Wabah Super Flu |
|
|---|
| Seluruh OPD Pemkab Mimika Diminta Berkantor di BPKAD Hari Ini: Segera Tuntaskan RKA |
|
|---|
| DPRK Mimika Ketok Palu RAPBD 2026, Emanuel Kemong: Komitmen Sejajar Dorong Kesejahteraan |
|
|---|
| APBD Mimika 2026 Merosot Lebih dari Rp 1 Triliun, Bupati Rettob Ambil Langkah Ini |
|
|---|
| Harga Sembako di Pasar Sentral Mimika Jelang Natal Masih Normal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/05082024-yumthe.jpg)