Kamis, 30 April 2026

Info Tolikara

HMPT se Jayapura Terima Bantuan Studi, Ini Klarifikasi Aksi Mimbar Bebas oleh Mahasiswa

Wanimno mengklarifikasi bahwa aksi tersebut adalah inisiatif spontan dan tidak melalui proses diskusi organisasi.

Tayang:
Penulis: Amatus Hubby | Editor: Lidya Salmah
Tribun-Papua.com/ Amatus
Badan Pengurus HMPT Bersama sejumlah mahasiswa Tolikara usai Jumpa pers di asrama Tolikara, Waena, Jayapura, Papua, Jumat, (5/9/2024) malam. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Amatus Huby

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Badan Pengurus Himpunan Mahasiswa Pelajar Tolikara (BP-HMPT) di kota studi se-Jayapura, Misoi Wanimno mengatakan, mahasiswa Tolikara di Kota Studi Jayapura telah menerima bantuan studi dari Pemerintah Kabupaten Tolikara untuk tahun anggaran 2024. 

Bantuan tersebut mulai disalurkan sejak 4 September, dengan layanan distribusi dilakukan oleh pihak Bank BRI, Kamis (5/09/2024).

Di waktu yang bersamaan, sejumlah mahasiswa yang tidak berkoordinasi dengan BP-HMPT menggelar aksi mimbar bebas. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Palang Kantor KPU Pegunungan, Massa: KPU Tolikara Harus Diaktifkan

Aksi ini membawa tuntutan, antara lain penghapusan aplikasi Simara serta permintaan agar beasiswa disalurkan dua kali dalam setahun. 

"Meskipun tuntutan ini kami mendukung oleh Ketua BP-HMPT, akan tetapi aksi mimbar bebas tersebut tidak mendapat perintah dan tidak diberikan surat izin dari BP-HMPT,"kata Wanimbo saat ditemui Tribun-Papua.com di asrama Tolikara, Waena, Jayapura, Papua, Jumat, (5/9/2024) malam.

Dia mengaku, pimpinan BP-HMPT tidak memerintahkan aksi mimbar bebas tersebut.

"Jika ada hal penting yang perlu dibahas, kami biasanya akan mengeluarkan surat resmi untuk berdiskusi. Aksi spontan ini menimbulkan kesalahpahaman seolah-olah pengurus terlibat, padahal kami tidak terlibat sama sekali,"ujarnya.

Sekelompok mahasiswa dalam aksi tersebut juga membentangkan logo organisasi HMPT, yang menambah kesan bahwa aksi itu dilakukan atas perintah pengurus. 

Baca juga: Pemkab Tolikara Prioritaskan Program Gasing untuk Tingkatkan Pemahaman Anak Sekolah

Wanimno mengklarifikasi bahwa aksi tersebut adalah inisiatif spontan dan tidak melalui proses diskusi organisasi.

Tuntutan yang diajukan, selain penghapusan aplikasi Simara, juga termasuk evaluasi pelayanan beasiswa selama dua tahun terakhir. 

Di tempat yang sama, Sekretaris BP-HMPT, Kristian Biniluk, menekankan pentingnya transparansi dari pemerintah daerah dalam penyaluran beasiswa, termasuk mengetahui jumlah dana yang dialokasikan pemerintah untuk mahasiswa Tolikara di berbagai kota studi yang ada di seluruh Indonesia

Kristian juga mengajak kepada mahasiswa Tolikara agar mendaftarkan diri Ketika dibuka kesempatan mendaftar di aplikasi Simara agar kebutuhan dapat terpenuhi sebagai mahasiswa. 

"Kami berharap mahasiswa segera mendaftar di aplikasi Simara agar tidak mengalami kendala dalam penerimaan beasiswa," katanya. 

Baca juga: Pemkab Tolikara Gencarkan Program Stunting

Di selah-sela itu, Departemen Humas Judi Tabo, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Tolikara atas beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa tahun ini, meskipun jumlahnya bervariasi. 

"Mahasiswa Tolikara minta kepada pemda Tolikara agar penyaluran beasiswa untuk tahun depan bisa dipercepat, tepatnya sebelum bulan Juni-Juli," pintanya.

Selanjutnya, Ketua Asrama Putra dan Putri Tolikara di Jayapura, Veko Kogoya dan Yomitera Kogoya, juga mengklarifikasi bahwa penghuni asrama tidak terlibat dalam aksi mimbar bebas tersebut. 

Meskipun aksi tersebut berlangsung di sekitar asrama, mereka menegaskan bahwa mahasiswa penghuni asrama tidak terwakili dalam aksi tersebut.

"Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah daerah Tolikara karena telah menyediakan kami temaoat tinggal. Dengan demikian, kami bisa menjalankan aktivitas kami sebagai pelajar dan mahasiswa," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved