Info Jayapura
Maju DPRK Jayapura, Esther Yaku Minta Restu Ondoafi dan Kepala Suku di Para-Para Adat Kemtuk Gresi
Kegiatan itu dihadiri sejumlah ondoafi dan puluhan kepala suku yang di fasilitasi oleh Ondoafi Tabangkuari Suku Kuasro dari Kampung Tabangkuari yakni
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI – Bakal calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayapura, jalur pengangkatan, Esther Elisabeth Yaku meminta doa dan restu kepada ondoafi dan kepala suku di Para-Para Adat (rumah adat) Suku Sokrikon, Hulu Sungai Grime, Kampung Braso Distrik Kemtuk, Rabu (12/9/2024).
Kegiatan itu dihadiri sejumlah ondoafi dan puluhan kepala suku yang di fasilitasi oleh Ondoafi Tabangkuari Suku Kuasro dari Kampung Tabangkuari yakni Lot Yaku.
Kepala Suku Udam Simon Udam mengatakan, hasil rapat di para-para adat itu mereka mendukung dan memberikan rekomendasi kepada Esther sebagai salah satu calon DPRK Kabupaten Jayapura.
"Anak ini kami punya utusan dari Kemtuk Gresi dari perempuan adat dari DPRK kami setuju untuk mendorong dia di sana. Jadi tidak ada masalah, kami juga akan antar untuk mendaftar. Semua ondoafi dari Braso, Ibub, Yanim kami menyetujui untuk menjadi DPRK," katanya.
Simon mengemukakan, ada dua lembaga adat Bayani dan Bairam, yang hadir juga menyatakan dukungan mereka.
"Semua tidak ada kendala dan masalah kami dukung,” katanya.
Pihaknya berharap keterwakilan perempuan di kursi DPRK Kabupaten Jayapura dapat menjawab kebutuhan mendasar masyarakat terhadap infrastruktur jalan, jembatan, dan rumah yang layak.
Sementara, Ondoafi Tabangkuari Suku Kuasro Lot Yaku mengatakan, dirinya sebagai fasilitator untuk mengumpulkan semua ondoafi dan kepala suku.
Ia menyampaikan keterwakilan perempuan dikursi DPRK dari Grime Nawa harus membawa perubahan.
"Ini jalan Tuhan ada perempuan yang bisa duduk di kursi DPRK untuk perubahan, walaupun tidak semuanya tetapi perubahan harus ada di daerah kami,” katanya.
Perempuan Tahu Adat
Pertemuan di Para-para adat itu diawali dengan penyampaian maksud dan tujuan dari Esther Yaku untuk meminta doa dan restu kepala suku serta ondoafi di wilayah setempat.
Pembicaraan para tetua adat diselingi makan pinang dan rokok, lalu diakhiri doa, penyampaian rekomendasi, serta makan bersama.
Esther yang juga sebagai Ketua Himpunan Perempuan Kreatif dan Pengusaha Papua (HPKP2) Kabupaten Jayapura mengatakan, sebagai perempuan adat yang mengetahui norma-norma adat mendatangi 'rumah besar' di Kemtuk Gresi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/ter-Elisabeth-Yaku-tengah-bersama-para-ondo.jpg)