PT Freeport Indonesia
Freeport dan YBLL Kerja Sama Pengembangan Ekonomi Berbasis Bambu di Pesisir Timika
Jenpino Ngabdi mengatakan, kerjasama ini merupakan bentuk dukungan PTFI untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Paul Manahara Tambunan
Salah satunya dengan metode Struktur Bambu untuk menangkap sedimentasi dari tailing atau pasir sisa tambang untuk dibentuk menjadi daratan baru yang ditanami dengan mangrove.
Baca juga: PSBS Biak Libas Persija Jakarta 3-1, Cetak Kemenangan Perdana Pasca-ditinggal Juan Esnaider
Struktur Bambu adalah metode menangkap dan menahan sedimen yang dibuat dengan menggunakan bambu yang disusun membentuk huruf “E” atau “T” sehingga sering disebut dengan E-Groin atau T-Groin.
Estuary Structure melibatkan 18 kelompok masyarakat dari Suku Kamoro yang mendiami area dataran rendah Kabupaten Mimika.
Pada akhir tahun 2022 hingga 2024 PTFI mempekerjakan 200 karyawan asli Suku Kamoro.
Diharapkan program ini akan berkontribusi pada pengembangan ekonomi lokal, konservasi
lingkungan, penyerapan karbon dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/to-dokumentasi-pencanangan-projek-struktur-nambu-oleh-PT.jpg)