ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Papua Terikini

Pertamina Regional Papua Maluku Dorong Masyarakat Daftar QR Code Pertalite

terkait QR Code yang telah terdaftar pada kendaraan hanya dapat digunakan untuk satu kendaraan sesuai dengan dokumen STNK yang dimiliki.

Istimewa
PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku mengimbau kepada konsumen Pertalite untuk segera mendaftarkan kendaraan roda empat yang dimiliki pada Program Subsidi Tepat agar bisa membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi Pertalite. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pertamina Patra Niaga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya pengguna Pertalite agar segera mendaftarkan kendaraan yang dimiliki untuk mendapatkan QR Code.

Hal ini sebagai upaya Pertamina Patra Niaga dalam mewujudkan Program Subsidi Tepat Sasaran mulai dari Aceh hingga Papua.

Edi Mangun selaku Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku mengungkapkan bahwa per 3 Oktober 2024 secara nasional jumlah pendaftar yang telah memiliki QR Code Pertalite menyentuh angka 5.664.570 kendaraan.

Edi pun menambahkan, terkait QR Code yang telah terdaftar pada kendaraan hanya dapat digunakan untuk satu kendaraan sesuai dengan dokumen STNK yang dimiliki oleh setiap kendaraan.

Baca juga: Penimbun Solar di Jayapura Marak, Modusnya Tangki Truk Dimodifikasi: Subsidi Dibajak Para Oknum?

"Pertamina terus menggencarkan sosialisasi serta pendaftaran QR Code ini, apalagi sekarang dengan adanya AI, proses verifikasi jadi lebih cepat. Namun, kami selalu ingatkan untuk konsumen yang telah memiliki QR Code agar selalu membawa QR Code saat pengisian, dan yang terpenting kami himbau agar QR code ini dijaga kerahasiaannya untuk menghindari disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Untuk informasi, penggunaan QR Code bertujuan untuk mencatat transaksi BBM penugasan secara lebih transparan mengingat adanya anggaran kompensasi yang diberikan Pemerintah untuk produk Pertalite, sehingga Pertamina sebagai operator memiliki kewajiban untuk mencatat konsumen dan volume transaksi BBM Subsidi yang dimandatkan oleh Regulator (BPH Migas).

Tampak seorang petugas SPBU melayani konsumen di Kota Jayapura. Pertamina melakukan pemantauan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di berbagai wilayah krusial memasuki puncak arus balik Lebaran 2024, termasuk Papua dan Maluku.
Tampak seorang petugas SPBU melayani konsumen di Kota Jayapura. Pertamina melakukan pemantauan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di berbagai wilayah krusial memasuki puncak arus balik Lebaran 2024, termasuk Papua dan Maluku. (Tribun-Papua.com/Istimewa)

"Karena ini merupakan BBM penugasan dari Pemerintah, maka untuk membantu penyaluran agar tepat sasaran, diberlakukan QR Code guna pencatatan transaksi," terang Edi.

Edi memastikan bahwa pendaftaran QR Code Pertalite masih terus dibuka pada website https://subsiditepat.mypertamina.id disertai kelengkapan dokumen kendaraan yaitu KTP, STNK dan foto kendaraan tampak samping yang terlihat jumlah roda dan plat nopol.

Antrean Panjang Truk di Jayapura Terindikasi Menimbun Solar, Polisi Harus Konsisten Razia Mafia BBM

“Kalau ada konsumen yang ingin mendaftar bisa mengunjungi SPBU terdekat di wilayah Papua Maluku, nanti akan langsung dibantu petugas terkait bagaimana langkah-langkah pendaftaran agar masyarakat bisa mendapatkan QR Code,” himbau Edi.

Edi berharap dengan berlakunya QR Code Pertalite, subsidi BBM yang diberikan Pemerintah dapat lebih efisien dan tepat sasaran, sehingga mengurangi potensi penyalahgunaan dan memastikan bahwa hanya pihak yang memenuhi syarat yang mendapatkan manfaat dari subsidi BBM. (*)

Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved