Info Jayapura
Sekolah di Jayawijaya Kembali Aktif Usai Perang Suku
Pihak sekolah pun mengimbau orangtua siswa mengizinkan anak-anak kembali ke sekolah, sebab situasi telah kondusif.
Laporan Wartawan Tribun-Papua,com, Marius Frisson Yewun
TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA- Sejumlah sekolah di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan yang menghentikan kegiatan belajar mengajar kembali aktif setelah perang suku antarwarga Nduga dan Lanny Jaya di Jayawijaya berakhir damai pada Minggu (6/10/2024).
Kepala SD YPPK Santo Yakobus Honelama Wamena, Maria Doreti Kusuma Prawati menyampaikan, setelah kegiatan belajar mengajar terhenti satu minggu, sekolah sudah beroperasi namun hanya sebagian kecil siswa yang masuk sekolah.
"Hanya saja volume siswa yang belum masuk cukup banyak. Sebagian kecil yang masuk sekolah dan itu merata dari Kelas I sampai dengan Kelas VI," katanya di Wamena, Senin (7/10.2024).
Baca juga: Gerak Cepat Pj Gubernur Velix Wanggai untuk Redamkan Perang Suku di Jayawijaya
Kegiatan belajar mengajar di sekolah ini sebenarnya sudah dibuka pada Kamis (3/10/2024) lalu, namun saat itu hanya para guru saja yang masuk sekolah.
Jumlah keseluruhan siswa di sekolah itu mencapai 400 dan terbagi di 13 ruang kelas.
Baca juga: Inilah Penjelasan Bupati Nduga soal Perang Suku di Kabupaten Jayawijaya: Warga Sepakat Berdamai
Pihak sekolah pun mengimbau orangtua siswa mengizinkan anak-anak kembali ke sekolah, sebab situasi telah kondusif.
"Oleh karena itu anak-anak yang belum diizinkan orang tuanya untuk masuk sekolah bisa kembali masuk sekolah belajar seperti biasanya," katanya.
Maria Doreti Kusuma Prawati mengatakan letak sekolahnya berada di jalur rawan konflik, sehingga sering kali terdampak pemberhentian kegiatan belajar mengajar ketika terjadi gangguan keamanan dan ketertiban. (*)
TribunPapua.com
Perang Suku Nduga dan Lanny Jaya di Wamena
Jayawijaya
Papua Pegunungan
SD YPPK Santo Yakobus
Maria Doreti Kusuma Prawati
| Seminar dan Pelantikan PERDATIN Papua, Bahas Penanganan Cepat Pasien Kritis |
|
|---|
| Pekerja Proyek Pemerintah Wajib Masuk Jaring Pengaman Sosial |
|
|---|
| Ketinggian Air Capai 1 meter, Warga di Tepian Danau Sentani Terancam Mengungsi |
|
|---|
| Universal Coverage Jamsostek: Menenun Jaring Pengaman Sosial di Tanah Papua |
|
|---|
| BPJS Ketenagakerjaan dan Kejari Jayapura Dorong Kepatuhan Badan Usaha |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/8102024-nhtrpojddd.jpg)