Cerita
Menelusuri Rajawali Estate
Dari atas bukit, nampak dua tangki berukuran besar berwarna orange, dan di sampingnya terlihat kepulan asap warna abu-abu.
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Tribun-Papua.com melakukan liputan mengunjungi buruh perempuan perkebunan Sinar Mas di Rajawali Estate Lereh, Distrik Kaureh, Kabupaten Jayapura.
Hasil liputan itu disajikan untuk Anda, pembaca setia Tribun-Papua.com.
Perjalanan menuju Sinar Mas Rajawali Estate melewati Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Kasuari.
Lokasi pabriknya terletak sekira 300 meter dari jalan utama Sentani–Lereh. Dari arah Taja di Distrik Yapsi, menuju kebun sawit, jalannya rusak dan berlubang.
Dari atas bukit, nampak dua tangki berukuran besar berwarna orange, dan di sampingnya terlihat kepulan asap warna abu-abu.
Memasuki areal itu, disambut bau tak sedap. Tidak jauh dari jalan, ada lokasi pembuangan limbah rumah tangga.
Di samping pabrik ada puluhan truk yang diparkir. Sarana angkutan milik PT. Satrindo Agro Paluma dan Usaha Malindo Jaya yang menangani penimbunan, mengangkut biji sawit (kernel), dan minyak ke pelabuhan laut di Kampung Muris Kecil, Distrik Demta.
Baca juga: Rugikan Masyarakat Adat, John Gobai Buka suara Soal Pembukaan Kebun Kelapa Sawit di Tanah Papua
Melewati pabrik, di sebelah kiri ada sebuah pos jaga di gapura depan ada tulisan ‘Dilarang Masuk yang Tidak Memakai APD!”. Tidak banyak aktivitas dari dalam dan luar pabrik, hanya truk yang melintas membawa tandan sawit, nampak jelas buah berwarna orange itu terlihat terombang-ambing di dalam bak truk karena kondisi jalan yang rusak berlubang.
Menelusuri areal Rajawali Estate, kita harus melewati rumah karyawan yang sebagian telah tertutup rumput yang tidak ditempati. Sejauh mata memadang di areal Rajawali Estate, hanya hamparan sawit. Nampak pohon kelapa sawit yang sudah menjulang tinggi sekira satu hektar.
Sementara lahan yang baru dilakukan peremajaan, tinggi pohonnya sekira 5 meter, dan ada juga areal yang telah digunduli untuk ditanami. Antara pondok 3 Divisi 5 dan Divisi 6 ada sebuah bangunan bekas pabrik pupuk, dulunya ada sebuah lapangan helipad.
Dulu ada helikopter yang dipakai untuk menyeprotkan pupuk di seluruh areal kebun kelapa sawit. Melewati jembatan Kali Nawa, sekira 3 kilometer kita masuk ke Pondok 3 Rajawali Estate.
Di sini berdiri sebuah gedung Posyandu Pondok 3 Rajawali Estate, sebuah masjid, gedung gereja, dan kantor Rajawali Estate. Disamping Posyandu ada tiga rumah karyawan. Tepat di belakang mushalla ada dua buah waduk. Ada lebih dari 120 barak karyawan terletak di belakang gereja.
Erna (35) bukan nama sebenarnya tinggal di Pondok 3 Rajawali Estate. Dia, salah satu buruh yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), karena cuti usai melahirkan.
“Sekarang saya tidak kerja di kebun kelapa sawit, sehingga saya berjualan kue di dekat rumah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/aran-sawit-di-areal-Rajawali-Estate-ke.jpg)