Bakti Kominfo
BTS 4G Ubah Kehidupan Warga Pantai Barat Sarmi, Akses Pendidikan dan Kesehatan Jadi Lebih Mudah
Mathius Cawem, Sekretaris Kampung Nisro, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas hadirnya BTS ini.
Penulis: Anderson Esris | Editor: Lidya Salmah
Laporan Wartawan Tribun Papua-com, Anderson Esris
TRIBUN-PAPUA -COM.SARMI- Kehadiran tower Base Transceiver Station (BTS) 4G di Kampung Nisro, Distrik Pantai Barat, Kabupaten Sarmi, Papua, telah membawa angin segar bagi masyarakat setempat.
Jaringan internet yang sebelumnya sulit diakses kini menjadi kenyataan, membuka peluang baru bagi warga untuk meningkatkan kualitas hidup.
Baca juga: Kehadiran Palapa Ring Timur Ubah Kehidupan Masyarakat, Sarmi Mulai Terhubung dengan Dunia Luar
Mathius Cawem, Sekretaris Kampung Nisro, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas hadirnya BTS ini.
"Dengan adanya BTS, kami bisa lebih mudah mengakses informasi, berkomunikasi dengan keluarga yang jauh, dan bahkan mengikuti perkembangan dunia," ujarnya kepada Tribun-Papua.com, Rabu (20/11/2024).
Mathius Cawem menyebut, dari total 65 kepala keluarga dengan 202 jiwa, kebanyakan pengguna intenet berasal dari kalangan pelajar dan drang dewasa.
Baca juga: 158 Operator Dapodik di Kabupaten Sarmi Ikut Pendampingan Pengisian Data
Dengan adanya tower BTS, mereka tak perlu lagi pergi ke kampung lain untuk mengakses jaringan internet yang memadai, termasuk juga saat tes CPNS.
"Manfaat lain dari kehadiran Tower BTS 4G ini yaitu masyarakat Distrik Pantai Barat bisa dapat menikmati kemudahan berobat melalui aplikasi Mobile JKN. Salah satunya, fitur antrean online yang dihadirkan BPJS Kesehatan untuk membantu menghemat waktu saat berobat,"ungkap dia.
Baca juga: Pemkab Sarmi Biayai Kesehatan ODGJ
Meski pembangunan BTS 4G sudah terasa manfaatnya untuk masyarakat, namun masih terdapat tantangan yaitu kondisi geografis dan keterbatasan sumber daya manusia (SDM) untuk pemerataan akses internet di seluruh wilayah Kabupaten Sarmi.
"Jadi tower BTS di Kabupaten Sarmi sudah berfungsi dengan baik dan memiliki jaringan yang cukup bagus, tetapi kuotanya terbatas dari 2 sampai 4 megabyte dengan kapasitas pengguna sebanyak 50-100 orang. Ya, menurut saya kapasitas (bandwith) internet ini mestinya diperbaiki (upgrade),"kata Mathius Cawem.
Baca juga: Momen HKN 2024, Kadiskes Kabupaten Sarmi Apresiasi Peran Nakes dalam Sektor Kesehatan
Selain itu, tambah dia, ketika cuaca buruk membuat jaringan internet juga tidak dapat berfungsi karena daya listrik di tower menggunakan solar cell.
Alhasil, 33 bangunan tower di Kabupaten Sarmi sering terjadi gangguan apabila cuaca buruk. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/21-Nov-2024-BTS-Sarmi.jpg)