ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Kisah Sandera Mapenduma

KELLY KWALIK, Sang Dalang di Balik Penyanderaan Mapenduma, Membawa Papua dalam Sorotan Internasional

Kelly Kwalik, nama yang tak asing dalam sejarah konflik Papua, menjadi pusat perhatian dunia pada tahun 1996 ketika ia memimpin penyanderaan.

|
Editor: Lidya Salmah
istimewa
Foto lawas Kelly Kwalik semasa hidup 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA- Kelly Kwalik, nama yang tak asing dalam sejarah konflik Papua, menjadi pusat perhatian dunia pada tahun 1996 ketika ia memimpin penyanderaan sejumlah peneliti di Mapenduma, Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Peristiwa ini menjadi titik balik dalam perjuangan Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan memicu berbagai reaksi baik di dalam maupun luar negeri.

Dari berbagai hasil penelusuran Tribun-Papua.com, ini profil Kelly Kwalik.

Latar Belakang dan Kenaikan Kwalik

Lahir di Agimuga, Mimika, Papua, Kwalik tumbuh di tengah semangat perlawanan terhadap dominasi pemerintah pusat.

Kelahiran Kwalik di tengah keindahan alam Papua tak lepas dari realitas pahit kolonialisme dan kemudian integrasi ke dalam wilayah Republik Indonesia.

Ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah pusat, terutama terkait eksploitasi sumber daya alam dan pelanggaran HAM, mendorongnya untuk bergabung dengan OPM.

Dengan karisma dan kemampuan militernya, Kwalik dengan cepat menanjak karier hingga menjadi salah satu pemimpin paling berpengaruh di organisasi tersebut.

Baca juga: Mengenang 29 Tahun Krisis Sandera MAPENDUMA: Luka Mendalam di Bumi Cenderawasih

Krisis Sandera Mapenduma Titik Balik Sejarah

Puncak popularitas Kwalik terjadi saat insiden penyanderaan Mapenduma pada tahun 1996.

Kala itu, Kwalik bersama anak buahnya menyandera 26 anggota Ekspedisi Lorentz 95 yang tengah melakukan penelitian di kawasan pegunungan Papua

Aksi berani ini menarik perhatian dunia internasional dan menempatkan Irian Jaya (kini Papua, red) dalam sorotan. 

Peristiwa ini memicu operasi militer besar-besaran oleh TNI untuk membebaskan para sandera.

Sayangnya, operasi ini juga menimbulkan korban jiwa baik dari pihak sandera maupun anggota TNI.

Meskipun operasi pembebasan sandera berhasil dilakukan, peristiwa ini juga memicu berbagai kontroversi dan tuduhan pelanggaran HAM.

Operasi pembebasan sandera Mapenduma

Penyanderaan Mapenduma memicu berbagai reaksi internasional.

Dunia mulai melirik Papua dan konflik yang terjadi di dalamnya.

Peristiwa ini juga memperkuat posisi OPM sebagai kekuatan yang harus diperhitungkan dalam peta konflik di Indonesia.

Konflik dengan Freeport dan Tuduhan Kekerasan

Selama bertahun-tahun, Kwalik dan OPM terlibat dalam konflik berkepanjangan dengan perusahaan tambang Freeport-McMoRan.

Kwalik dituduh bertanggung jawab atas sejumlah serangan terhadap fasilitas dan pekerja Freeport.

Ia berargumen bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk perlawanan terhadap eksploitasi sumber daya alam Papua oleh perusahaan asing.

Baca juga: Ingat 11 Peneliti Ekspedisi Lorenz Disandera OPM Pimpinan Kelly Kwalik di Papua? Begini Kisahnya

Kematian dan Warisan

Pada tahun 2009, Kwalik tewas dalam sebuah baku tembak dengan aparat keamanan.

Kematiannya memicu duka mendalam bagi pendukung OPM, namun juga menjadi pukulan telak bagi organisasi tersebut.

Meskipun demikian, semangat perjuangan yang dikobarkan Kwalik tetap hidup di hati banyak orang Papua.

Simbol Perjuangan atau Teroris?

Figur Kelly Kwalik sangat polaris. Bagi pendukungnya, ia adalah pahlawan nasional yang berjuang untuk kemerdekaan Papua.

Namun, bagi pemerintah Indonesia dan sebagian masyarakat, ia adalah seorang teroris yang mengancam keamanan dan stabilitas negara. (*)

Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved