Senin, 13 April 2026

Info Papua

IMPETANG Berjibaku Kirim Bantuan ke Pengungsi Oksop

Kristo Urupmabin, perwakilan IMPETANG, mengungkapkan bahwa sudah empat kali mereka menggelar aksi penggalangan dana.

Penulis: Yulianus Magai | Editor: Lidya Salmah
Tribun-Papua.com/ Yulianus Magai
Aksi Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Pegunungan Bintang (IMPETANG) di Kota Studi Jayapura. Mereka menggalang dana untuk masyarakat erdampak konflik di Distrik Oksop. 

Laporan Wartawan Tribun Papua.com, Yuianus Magai

TRIBUN-PAPUA,COM, JAYAPURA– Upaya kemanusiaan mahasiswa Pegunungan Bintang terus berlanjut.

Meski dihadapkan pada kendala geografis dan biaya transportasi yang tinggi, Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Pegunungan Bintang (IMPETANG) di kota studi Jayapura, Papua, tak kenal lelah mengumpulkan bantuan untuk masyarakat Distrik Oksop, Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, yang mengungsi akibat konflik.

Kristo Urupmabin, perwakilan IMPETANG, mengungkapkan bahwa sudah empat kali mereka menggelar aksi penggalangan dana.

Baca juga: Temukan Bukti Bertentangan Soal Pengungsi Pegubin, Ini Permintaan Uskup Yanuarius You

Namun, pengiriman bantuan ke lokasi pengungsian yang terpencil di hutan menjadi tantangan utama.

"Ongkos transportasi udara sangat mahal, belum lagi medan yang sulit dijangkau," ujarnya saat aksi solidaritas di Lampu Merah Waena dan Lampu Merah Abepura, Kota Jayapura, Papua, Selasa (14/1/2025).

Baca juga: Pengungsi Oksob Melahirkan dan Meninggal di Hutan Tanpa Bantuan Medis

Aksi solidaritas ini dilakukan sejak Senin (13/1/2025).

Aksi ini dilakukan di tengah ketidakpastian nasib para pengungsi.

Sejak Desember 2024, mereka terpaksa meninggalkan kampung halaman karena konflik bersenjata antara TNI-Polri dan TPNPB-OPM.

Baca juga: 400 anak pengungsi konflik TNI/Polri-TPNPB kini bersekolah

Hingga pertengahan Januari 2025, sebagian pengungsi masih bertahan di hutan karena takut kembali ke rumah mereka.

"Kami ingin memastikan bantuan kami sampai ke tangan mereka yang membutuhkan. Namun, kendala logistik ini sangat menghambat,"beber Kristo. (*)

 

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved