Jumat, 10 April 2026

Info Kabupaten Nabire

Pemkab Nabire Kena Efisiensi Anggaran hingga Ratusan Miliar

Piter bilang, ia bersama tim anggaran telah memberikan arahan agar setiap kepala OPD dapat melaksanakan amanat Inpres dan Kemendagri.

Tribun-Papua.com/Tangkapan Layar
EFISIENSI ANGGARAN: Pemkab Nabire juga terkena efisiensi anggaran hingga mencapai ratusan juta rupiah. Sekda Kabupaten Nabire, Pieter Erari mengatakan, efisiensi tidak berdampak ke kesejahteraan ASN. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire terkena dampak efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

Sekda Kabupaten Nabire, Pieter Erari mengatakan, berkaitan dengan efisiensi anggaran, sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, maka pihaknya telah melaksanakan pertemuan para Senin, 3 Maret 2025, Pukul 10.00 WIT, dengan tim anggaran dan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam pertemuan tersebut, Piter bilang, ia bersama tim anggaran telah memberikan arahan agar setiap kepala OPD dapat melaksanakan amanat Inpres dan Kemendagri.

"Kenapa, karena ini diturunkan di seluruh pemerintahan, baik dari tingkat kementerian, pemerintah provinsi dan kabupaten, sehingga kami mengarahkan OPD, untuk dapat mengikuti dan mempedomani petunjuk yang ada, agar segera melakukan penyesuaian, dengan membuat rencana kerja anggaran daripada masing-masing OPD, agar itu dapat diverifikasi oleh Bappeda, dan dapat dilakukan Perkada untuk penyesuaian yang berkaitan dengan Inpres," ujar Pieter kepada Tribun-Papua.com di Nabire, Selasa (4/3/2025).

Baca juga: Efisiensi Anggaran Tak Pengaruhi Kesejahteraan ASN Pemkab Nabire

Pieter bilang, efisiensi anggaran yang terjadi tidak mempengaruhi kesejahteraan ASN Pemkab Nabire, karena ada beberapa kegiatan yang sudah terpotong secara langsung dari pusat.

Ada juga yang diminta untuk dilakukan penyesuaian, agar efisiensi dapat mendukung program nasional di tahun ini dan seterusnya.

"Sehingga penyesuaian ini betul-betul dijalankan, karena memang ada dampaknya daripada penyesuaian-penyesuaian daripada efisiensi ini terkait pendapatan asli daerah, seperti DAK fisik untuk PU dan beberapa OPD yang terpotong, maka langsung terputus, serta diambil alih oleh Kementerian Keuangan, maka ini mempengaruhi, sebab salah satu potensi pajak galian C yang terbesar, dan cukup memberi kontribusi dalam penerimaan PAD," tandasnya.

Walaupun demikian, Pieter memastikan, mengenai efisiensi anggaran, Pemkab Nabire tidak hanya sampai disini, karena ada beberapa alternatif yang akan dilakukan pemerintah daerah, salah satunya adalah, maksimalkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sementara, Kepala BPKD Kabupaten Nabire, William M. Sembor menjelaskan, total anggaran yang terpangkas akibat efisiensi sebesar Rp. 128.025.436.00.

"Nominal ini terdiri dari, Dana Alokasi Umum (DAU) di Dinas Pekerjaan Umum  (PU) sebesar Rp. 50.351.405.00, lalu untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) jalan, Rp. 53.448.860, sementara DAK irigasi, 7 Miliar, DAK pangan akuatik Rp. 10.367.000.00," jelas William.

Kemudian, Dana Otonomi Khusus (Otsus), baik block grant dan spesifik gren, juga kena efisiensi.

"Untuk blok gren, Rp. 3.318.241.00, dan spesifik grens Rp 3.530.930.000.00," katanya.

Lalu untuk belanja perjalanan dinas, kena potongan per OPD, 50 persen, kemudian untuk kegiatan seremonial, studi banding, percetakan, publikasi, dan belanja honor, itu disesuaikan dengan standar regional.

Baca juga: Meki Nawipa Jadi Ketua Asosiasi Kepala Daerah se-Tanah Papua, Apolo Sekretaris: Begini Programnya

Kemudian, dari semua ini akan tindak lanjut atas efisiensi APBD, apakah pemerintah daerah laksanakan atau tidak, karena, dalam surat Kemendagri menegaskan bahwa, seluruh OPD wajib melaksanakan pergeseran RKA sesuai peraturan yang telah ditetapkan.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved