Rabu, 8 April 2026

Info Papua Selatan

Kasus Malaria di Merauke Papua Selatan Menurun

Pada tahun 2024 tercatat 57.118 kasus malaria dimana di Kabupaten Asmat dengan Annual Parasite Incidence (API) diatas 200 per 1.000 penduduk.

Penulis: Yulianus Bwariat | Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Istimewa
MALARIA - Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta Herlina Rahanggiar dan Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Bwariat 

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta Herlina Rahanggiar, menyebutkan di tahun 2024 telah ditentukan 14 kabupaten/kota lokus percepatan penurunan kasus malaria di wilayah tanah Papua yang menyumbang hingga 86 persen kasus Malaria di Indonesia.

Pada tahun 2024 tercatat 57.118 kasus malaria dimana di Kabupaten Asmat dengan Annual Parasite Incidence (API) diatas 200 per 1.000 penduduk, Kabupaten Boven Digoel angka API diatas 100 kasus dan Kabupaten Mappi angka API masih diatas 100.

Baca juga: Malaria Masih Jadi Momok di Tanah Papua: Harus Ada Komitmen Semua Pihak

Sedangkan untuk Kabupaten Merauke angka Annual Parasite Incidence 18.

"Kita tau bahwa penanggulangan kasus malaria secara terpadu di kabupaten/kota diharapkan dapat memberikan dampak signifikan untuk penurunan kasus malaria di Indonesia," ucap dr.Benedicta di Merauke, kemarin. 

Upaya ini dilakukan sesuai kebijakan dan strategi yang sudah ada dengan melakukan intensifikasi dan perluasan kegiatan melalui strategi token malaria/temukan,obati, kendalikan vektor malaria atau minum obat malaria secara total.

"Ada beberapa daerah-daerah pesisir di Merauke yang memang angka API malarianya sudah mulai menurun," kata dia.

Baca juga: Sepanjang 2024, Kasus Malaria di Mimika Turun 28 Persen 

Dengan adanya Microplanning Percepatan eliminasi malaria di tanah Papua tahun 2025, Benedicta mengajak Kabupaten Merauke, dan juga tiga kabupaten lainnya serta rekan-rekan di Papua Tengah dan Papua Pegunungan dan Papua Tengah untuk dapat terus melakukan upaya strategis sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah menuju eliminasi malaria sebelum 2026.

"Kita dapat melakukan evaluasi terhadap persiapan upaya percepatan, eliminasi malaria mendapatkan sasaran, menentukan target lokasi dan membuat rencana kegiatan percepatan di 14 kabupaten di 2025," ujarnya. (*)
 
 

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved