Minggu, 19 April 2026

Pencaker Papua

Efisiensi Anggaran, Disnaker Papua Tiadakan Pelatihan Kepada Pencaker

Kami sangat menyayangkan kondisi ini. Namun kebijakan efisiensi anggaran memaksa kami untuk menunda sejumlah program termasuk pelatihan yang selama in

Tribun-Papua.com/Taniya Sembiring
EFISIENSI ANGGARAN : Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Provinsi Papua Roberth Eddy Purwoko menjelaskan dampak pemangkasan anggaran berdampak pada program Dinas Tenaga Kerja Papua, Senin, (7/4/2025). Dinas itu tidak lagi mengadakan pelatihan kepada pencari kerja atau pekerja dalam meningkatkan skil menghadapi perkembangan era. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Taniya Sembiring

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Efisiensi anggaran yang terjadi di seluruh tanah air, juga dirasakan oleh pencari kerja di Provinsi Papua.

Pada tahun ini, tidak ada lagi pelatihan seperti yang biasa dilakukan oleh pemerintah kepada pencari kerja (pencaker) di Papua, dalam rangka meningkatkan kompetensi tenaga menghadapi era sekarang.

Baca juga: Calon DPR Papua Pegunungan Diduga Melobi Jabatan Dengan Menggadai Tanah Adat

"Kami sangat menyayangkan kondisi ini. Namun kebijakan efisiensi anggaran memaksa kami untuk menunda sejumlah program termasuk pelatihan yang selama ini menjadi salah satu program unggulan kami," jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Provinsi Papua Roberth Eddy Purwoko kepada Tribun Papua di Jayapura Senin (7/4/2025). 

Langkah efisiensi ini merupakan bagian dari arahan pemerintah untuk mengoptimalkan belanja negara dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

Baca juga: Calon Anggota DPR Papua Jalur Otsus Protes Kinerja Pansel, Ronaldo Randongkir: Banyak Orang Titipan

Namun penundaan program pelatihan ini menjadi tantangan tersendiri, mengingat pentingnya kegiatan tersebut dalam meningkatkan keterampilan para pekerja, terutama di tengah kebutuhan tenaga kerja yang semakin kompetitif.

Dinas tenaga kerja menyatakan komitmennya untuk mencari solusi alternatif agar program pelatihan dapat tetap dilaksanakan di masa mendatang, selain itu masyarakat didorong untuk memanfaatkan program pelatihan yang ditawarkan oleh sektor swasta atau lembaga independen sebagai opsi sementara.

Baca juga: Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo Kumpul BWS dan Pemkab Merauke Bahas Banjir yang Sulit Ditangani

"Walaupun anggaran terbatas, kami tetap berupaya mendukung pekerjaan melalui bentuk lain seperti bimbingan karir atau informasi tentang peluang kerja," ucapnya.

Dengan kondisi ini diharapkan sinergi antara pemerintah sektor swasta dan masyarakat dapat terus terjalin untuk menghadapi tantangan bersama, dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved