Kamis, 30 April 2026

Mimika

Distrik Jila di Mimika Disebut Zona Merah, Begini Tanggapan Warganya 

"Kami minta pemerintah segera mengaktifkan kembali penerbangan ke wilayah pegunungan. Situasi saat ini aman," ungkapnya.

Tayang:
Tribun-Papua.com/istimewa
SUASANA DISTRIK JILA : Nampak lapangan terbang di Distrik Jila, Mimika, Papua Tengah, Senin (21/4/2025). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA - Distrik Jila, Kabuapten Mimika, Provinsi Papua Tengah merupakan salah satu distrik di wilayah pegunungan, mengakibatkan akses transportasi menuju ke sana hanya bisa ditempuh menggunakan pesawat caravan atau helikopter.

Jila juga sering disebut sebagai zona merah di mana, dahulu sering terjadi gangguan Kambtimas dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

Selain Jila ada dua distrik lain yakni Distrik Alama dan Hoya juga termasuk dalam zona merah karena sering mendapat gangguan serupa.

Baca juga: Papua Pegunungan Belum Punya Kantor Pusat Pemerintahan, Gubernur Jhon Tabo Bilang Begini

Meski demikian kini, Distrik Jila sudah mulai membaik di mana aktivitas pelayanan buplik berjalan dengan aman dan lancar.

Sebut saja tenaga pendidikan dan pegawai pemerintah distrik juga saat ini melaksanakan aktivitas seperti biasa.

Maskapai yang melaksanakan penerbagang ke Jila harus mendapatkan izin dari pihak keamanan agar diawasi.

Aparat keamanan juga mengimbau kepada maskapai agar terus melakukan koordinasi dikarenakan belum ada izin resmi penerbangan ke Jila, Hoya dan Alama.

Baca juga: Selain Promosi Kecanggihan Honda, Astra Edukasi Keselamatan Berkendara

Kemudian beberapa hari belakangan ini beredar video sekelompok masyarakat menentang soal pemekaran Kabupaten Mimika Timur.

Video itu sebenarnya dibuat untuk hal baik, bukan untuk menyebut soal zona merah TPNPB-OPM.

Menaggapi hal tersebut, Tokoh Pemuda Distrik Jila, Markus Aim mengatakan, video tersebut dikeluarkan soal pemekaran wilayah buka soal pengancaman stabilitas keamanan.

Baca juga: Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947 PHDI Papua Diisi Tarian Nusantara

"Kami di Jila hidup susah karena hingga saat ini belum ada akses penerbangan. Keamanan harus jamin soal ini," kata Markus, Senin (21/4/2025).

Ia mengatakan, soal keamanan saat ini telah dijalankan dengan jaminan tokoh masyarakat, tokoh agama dengan aparat keamanan di wilayah tersebut.

"Di Alama dan Hoya belum ada pos keamanan. Pos keamanan hanya di Jila yaitu Polsek. Untuk masalah keamanan saat ini kondusif. Kami minta penerbangan berjalan," ujarnya.

Baca juga: Mahasiswa Papua Ukir Prestasi Kompetisi Nuklir di Rusia: Singkirkan Peserta dari 15 Negara  

Ia mengimbau agar semua masyarakat tidak boleh mendengar isu yang tidak benar, yang disebarkan dalam bentuk video atau hal lainnya.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved