KKB Papua
Papua Terkini: Militan KKB Bergeser dari Nduga ke Yahukimo, Ada Apa?
Patrige menginstruksikan Kapolres yang baru untuk segera beradaptasi dengan kondisi di Yahukimo dan aktif menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat
Penulis: Paul Manahara Tambunan | Editor: Paul Manahara Tambunan
TPNPB, lanjut Sebby, menyampaikan pesan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera menghentikan pengiriman pasukan ke Papua yang disebut mereka digunakan sebagai pendulang emas, tukang bangunan, atau pekerjaan lainnya.
Mereka menegaskan akan menindak tegas anggota TNI yang bertugas di luar fungsi militer.
Klaim ini didasarkan pada pernyataan Panglima TNI yang disebut mengakui status para korban sebagai anggotanya.
"Sebab, panglima TNI menyatakan bahwa itu adalah anggota saya. Maka sesuai dengan pernyataan Panglima TNI kami sudah eksekusi mati sebelas anggotanya yang bertugas sebagai pendulang emas di Yahukimo," kata Sebby Sambom.
Ratusan pendulang emas selamat
Sementara itu, Polisi memastikan ratusan pendulang emas selamat dari serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Hal ini disampaikan Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Brigadir Jenderal Polisi Faizal Ramadhani dalam keterangannya, Jumat (11/4/2025).
Penyelamatan para pendulang dilakukan lewat Operasi Gabungan TNI-Polri.
"Data sementara korban selamat ada 100 lebih yang telah didata, baik yang menyelamatkan diri di Kabupaten Asmat maupun Kabupaten Yahukimo," ungkap Faizal Ramadhani.
Baca juga: Kesaksian Dua Pendulang Selamat dari Pembantaian KKB Papua, 8 Hari Bersembunyi di Hutan Yahukimo
Seluruh korban selamat merupakan pendulang emas yang melakukan aktivitas penambangan di perbatasan antara Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Asmat.
"Sampai sejauh ini seperti itu," kata jenderal bintang satu tersebut.
Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Papua itu menanggapi isu penyanderaan pasangan suami istri di Kabupaten Yahukimo.
Menurutnya, isu tersebut belum bisa dibenarkan.
"Sampai sekarang belum ada informasi yang untuk mengkonfirmasi hal tersebut. Yang jelas kami masih fokus untuk proses evakuasi," ujar Faizal. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/04052022-egianus_kogoya.jpg)