Rabu, 20 Mei 2026

TSE Group

Kurangi Emisi Karbon, Sektor Perkebunan Kelapa Sawit Mulai Gunakan Kendaraan Listrik 

Saat ini masih dalam tahap awal, kita uji coba dengan menggunakan penggantian dari kendaraan konvensional jadi electric vehicle

Tayang:
Editor: M Choiruman
ISTIMEWA
KENDARAAN LISTRIK - TSE Group berkomitmen menggunakan Science Based Targets initiative (SBTi) sebagai standar untuk menetapkan target Net Zero Emissions dengan memanfaatkan kendaraan listrik di perkebunan.   

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Penggunaan electric vehicle (EV) menjadi salah satu strategi utama dalam mengurangi dampak perubahan iklim. 

Electric vehicle cenderung lebih ramah lingkungan dibanding kendaraan berbahan bakar fosil karena tidak menghasilkan emisi karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx), atau partikel lain yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar.

Baca juga: TSE Group Salurkan Bantuan Kepada Warga 2 Kabupaten Pada Momen Paskah 2025

Penggunaan electric vehicle kini mulai diperluas untuk sektor sawit. Masuknya electric vehicle sebagai alat transportasi di perkebunan sawit merupakan langkah inovatif guna membantu mengurangi dampak lingkungan dan mendukung keberlanjutan sektor ini. 

Dalam skala besarnya, penggunaan electric vehicle adalah sebuah manuver untuk mewujudkan mimpi besar industri kelapa sawit untuk mencapai Net Zero Emissions.

“Saat ini masih dalam tahap awal, kita uji coba dengan menggunakan penggantian dari kendaraan konvensional jadi electric vehicle,” jelas Luwy Leunufna, Direktur Tunas Sawa Erma (TSE) Group dalam sebuah kesempatan.

Lebih lanjut Luwy Leunufna berharap seiring berjalannya waktu, teknologi semakin maju sehingga mimpinya sebagian besar alat yang kita pakai di perkebunan khususnya truk-truk yang dipakai itu diganti menjadi EV.

Luwy Leunufna menambahkan, rencananya electric vehicle akan digunakan untuk menunjang akivitas perkebunan, mulai dari pengangkutan tandan buah segar hingga operasional pekerja di wilayah perkebunan.

Baca juga: Dari Kayu Lapuk ke Beton Kokoh, TSE Group Berikan Hunian Nyaman Untuk Warga Boven Digoel

Berdasarkan angka inventarisasi GRK (Gas Rumah Kaca) jika TSE Group memakai 2 juta liter diesel hanya untuk truk saja, maka ini sama dengan emisi kurang lebih 4.000 ton CO2e. 

Dengan kata lain, hanya dengan mengganti truk pengangkut buah yang saat ini menggunakan diesel ke kendaraan listrik, TSE Group diperkirakan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca hingga sekitar 4.000 ton per tahun.

Komitmen untuk menurunkan emisi ini sudah dilakukan sejak tahun 2023, di mana TSE Group berkomitmen menggunakan Science Based Targets initiative (SBTi) sebagai standar untuk menetapkan target Net Zero Emissions. 

Baca juga: TSE Group dan Kodim 1711 Sinergi Menyediakan Sumber Air Bersih Untuk Masyarakat Boven Digoel

Dengan menggunakan SBTi, perusahaan akan menetapkan target emisi dengan hal-hal yang dibutuhkan untuk membatasi pemanasan global di bawah 1,5°C.

“Kita harus punya kebijakan yang kuat dan komitmen yang kuat. Komitmen yang kuat bukan soal komitmen internal saja tapi kita komunikasikan ke stakeholder yang lain,” tegasnya. 

Oleh karena itu, lanjut dia, semua pihak akan melihat apakah kita sungguh-sungguh dan konsisten untuk menerapkan komitmen itu. 

Baca juga: Komitmen Untuk Pendidikan Lebih Baik, TSE Group Salurkan Beasiswa Untuk 297 Siswa Pedalaman Papua

Komitmen NDPE sudah kita umumkan dan bisa dilihat di website kami. Komitmen tersebut turunannya banyak. 

“Kami bukan hanya membuat policy, tapi juga standar-standar bahkan di tingkat operasional apa saja hal-hal yang harus kita perhatikan, kita implementasikan di seluruh bagian untuk mendukung komitmen di tahun 2050 NZE bisa terwujud di TSE,” tutup Luwy Leunufna

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved