Minggu, 26 April 2026

Gereja Kingmi Papua

Kingmi Menyerukan Presiden Prabowo Jadi Tokoh Perdamaian Papua

"Papua seolah menjadi medan tempur terbuka. Sekolah, rumah sakit, dan fasilitas umum berubah fungsi menjadi markas. Warga sipil terjebak, trauma, dan

Tribun-Papua.com/Noel Iman Untung Wenda
PERDAMAIAN PAPUA : Sekretaris Umum Sinode Kingmi, Pendeta Dominggus Pigai 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com,Noel Iman Untung Wenda

TRIBUN-PAPUA.COM,WAMENA – Pengurus Kemah Injil Gereja Masehi Indonesia (Kingmi) menyerukan Presiden Prabowo Subianto untuk tampil sebagai tokoh perdamaian sejati dalam menyelesaikan konflik bersenjata yang berkepanjangan di Tanah Papua.

Seruan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Umum Sinode Kingmi, Pendeta Dominggus Pigai, yang menekankan pentingnya penyelesaian damai, bermartabat, dan sesuai dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia serta demokrasi universal.

Baca juga: Gubernur Apresiasi Yopi Murib, Dalang Penyelesaian Konflik Berkepanjangan di Puja

Pendeta Dominggus menggambarkan konflik di Papua sebagai luka panjang yang belum sembuh sejak 1960-an. Menurutnya, di tengah gempuran proyek-proyek besar dan eksploitasi sumber daya alam, masyarakat sipil justru menjadi korban dari konflik bersenjata antara aparat negara dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

"Papua seolah menjadi medan tempur terbuka. Sekolah, rumah sakit, dan fasilitas umum berubah fungsi menjadi markas. Warga sipil terjebak, trauma, dan terusir dari tanah mereka sendiri," ujarnya melalui pesan rilisnya kepada Tribun-Papua.com, di Wamena, Rabu, (14/05/2025).

Baca juga: Keluarga Maybrat Papua Barat Serahkan Bernardus Bofitwos Baru, OSA Jadi Uskup Timika

Ia juga mengkritik keras pendekatan militer yang cenderung mengorbankan rakyat. 

“Seolah kami ini teroris. Padahal, kami hanya ingin hidup damai di atas tanah pusaka,” tambah Dominggus.

Menyikapi kondisi ini, Gereja Kingmi menyampaikan sembilan poin seruan moral dan iman kepada Presiden RI dan pihak-pihak terkait, termasuk TNI-Polri, TPNPB, serta komunitas internasional:

Baca juga: BREAKING NEWS–Ribuan Umat Katolik Timika Mengantar Uskup Bernadus Menuju Lokasi Pentahbisan

1. Penegakan Hukum Perang: Semua pihak diminta mematuhi prosedur standar dalam konflik bersenjata agar masyarakat sipil tidak menjadi korban.

2. Ketaatan pada Nilai Kemanusiaan: Kedua belah pihak diingatkan bahwa mereka sesama ciptaan Tuhan yang memiliki akal sehat dan hati nurani.

3. Inisiatif Perdamaian Humanis: Semua pihak diminta mulai memikirkan konsep dan strategi perdamaian yang menyentuh hati, bukan hanya strategi militer.

Baca juga: Penyelundup Ganja Dari Timika Tujuan Sorong, Tertangkap Saat Transit di Sentani

4. Sikap Tegas Presiden: Presiden Prabowo diminta segera merumuskan langkah damai sebelum kekuatan asing ikut campur dalam konflik Papua.

5. Tunda Agenda Militer Asing: Presiden diimbau untuk menunda rencana kerja sama militer, seperti pembangunan pangkalan militer bersama Rusia di Biak, hingga konflik dalam negeri terselesaikan secara damai.

6. Akses untuk Komisi HAM PBB: Pemerintah diminta memberi ruang bagi investigasi independen oleh PBB guna mengklarifikasi situasi HAM di Papua.

Baca juga: Jelang Pentahbisan Uskup Bernardus, Duta Besar Vatikan dan 37 Uskup Tiba di Mimika

7. Doa untuk Rekonsiliasi: Gereja berkomitmen terus mendoakan proses rekonsiliasi nasional agar tidak ada lagi darah tertumpah di Bumi Cenderawasih.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved