Jumat, 5 Juni 2026

Info Papua Tengah

Mahasiswa Dogiyai di Jayapura Tolak Pemekaran Kabupaten Mapia Raya

Melianus Tagi, selaku koordinator, menolak segala bentuk upaya pemekaran wilayah oleh elit politik lokal yang mengatasnamakan rakyat Mapia.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Yulianus Magai
TOLAK PEMEKARAN WILAYAH - Mahasiswa asal Kabupaten Dogiyai menggelar jumpa pers di Kota Jayapura, Papua, Sabtu (24/5/2025). 

Laporan Wartawan TribunPapua.com, Yulianus Magai

TRIBUNPAPUA.COM, JAYAPURA - Mahasiswa asal Kabupaten Dogiyai di Jayapura menolak rencana pemekaran daerah otonomi baru (DOB) Mapia Raya dari Kabupaten Dogiyai.

Penolakan mahasiswa yang tergabung dalam Tim Peduli Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia Wilayah Kabupaten Dogiyai disampaikan di Asrama Dogiyai, Expo Waena, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (24/5/2025).

Melianus Tagi, selaku koordinator, menolak segala bentuk upaya pemekaran wilayah oleh elit politik lokal yang mengatasnamakan rakyat Mapia.

“Kami mahasiswa Dogiyai se-Jayapura menolak dengan tegas oknum-oknum atau elit politik lokal yang mengatasnamakan rakyat Mapia dalam upaya pemekaran daerah otonomi baru," ujar Melianus.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pesawat yang Ditumpangi Bupati Puncak Ditembaki Militan Organisasi Papua Merdeka

"Kami meminta pemerintah pusat segera membatalkan rencana pembahasan dan penetapan DOB Kabupaten Mapia Raya, karena pemekaran bukan solusi untuk mengatasi kemiskinan, pengangguran, dan konflik di wilayah kami.” 

Lebih lanjut, pihaknya menyatakan mosi tidak percaya kepada intelektual Matias Butu dan kelompoknya yang dinilai tidak mewakili aspirasi rakyat.

“Jika pemerintah provinsi dan Kabupaten Dogiyai tidak mengindahkan tuntutan kami untuk menghentikan proses pemekaran, maka kami mahasiswa Dogiyai akan melakukan aksi dengan menutup Jalan Trans Mapia,” tegasnya.

Pihak mahasiswa juga meminta agar draf pemekaran Kabupaten Mapia Raya diuji secara akademik dan melibatkan tokoh masyarakat, mahasiswa, tokoh adat, tokoh perempuan, serta elemen lainnya.

Selain itu, mereka yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) juga menuntut Gubernur Papua Tengah untuk menghentikan seluruh proses pemekaran di wilayah Papua Tengah, khususnya di Kabupaten Dogiyai, serta mengakhiri operasi militer dan eksploitasi sumber daya alam di seluruh Tanah Papua.

Baca juga: Penjaga Rumah Dokter di Dogiyai Tewas Dibunuh, Pelaku Diduga dari Organisasi Papua Merdeka

Berikut adalah Pernyataan Mahasiswa Dogiyai di Jayapura:

1. Kami meminta Kami mahasiswa Dogiyai se-Jayapura, menolak dengan tegas oknum-oknum atau elit politik local yang mengatasnamakan rakyat mapia meminta pemekaran daerahotonomi baru. 

2. Kami mahasiswa Dogiyai se-Jayapura meminta kepada pemerintah pusat segerah batalkan rencana pembahasan dan penetapan daerah otonomi baru kabupaten mapia raya, karena pemekaran bukan solusi untuk mengatasi dan menyelesaikan kemiskinan, nanggur dan konflik.

3. Kami mahasiswa Dogiyai se-Jayapura memberikan mosi tidak percaya kepada intelektual matias butu dan komplotanya. 

4. Jika pemerintah provinsi dan dogiyai tidak mengindahkan tuntutan kami mahasiswa dogiyai untuk hentikan pemekaran, maka mahasiswa dogiyai akan menutup jalan trans mapia.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved