Selasa, 14 April 2026

Pemkab Sarmi

Peringati HLHS 2025, Pemkab Sarmi Ajak Masyarakat Lebih Peduli Terhadap Lingkungan

Peringatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu lingkungan global, khususnya bahaya polusi plastik ya

Tribun-Papua.com/Anderson Esris
HARI LINGKUNGAN HIDUP: Aksi bersih-bersih sampah dalam rangka hari lingkungan hidup sedunia di Kabupaten Sarmi, Papua Kamis, (5/6/2025). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Anderson Esris

TRIBUN-PAPUA.COM, SARMI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarmi, Provinsi Papua menggelar Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2025 bertempat di Lapangan Parkir Pasar Sentral Mararena, Sarmi pada Kamis, (5/6/2025).

Peringatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu lingkungan global, khususnya bahaya polusi plastik yang semakin mengancam.

Baca juga: BPBD Yapen Imbau Warga Waspada Dampak Cuaca Ekstrem yang Akan Berlangsung Hingga September

Dalam sambutan Menteri Lingkungan Hidup yang dibacakan oleh Wakil Bupati Sarmi, Hj Jumriati, ia mengatakan bahwa polusi plastik kini menjadi salah satu ancaman terbesar bagi keberlangsungan kehidupan, selain perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Dunia saat ini memproduksi sekitar 400 juta ton plastik setiap tahunnya, namun hanya 10 persen yang berhasil didaur ulang. Sisanya mencemari sungai, tanah, laut, bahkan telah terdeteksi dalam rantai makanan manusia,” ujar Jumriati.

Baca juga: Wagub Papua Selatan Menyerukan Pesan Damai Saat Serahkan Hewan Kurban di Mappi

Mengusung tema “Hentikan Polusi Plastik”, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 menjadi seruan global yang menekankan pentingnya aksi kolektif dan kesadaran bersama dalam menghentikan krisis plastik yang kian parah dan mengancam ekosistem serta kesehatan manusia.

Dalam kesempatan tersebut juga diungkapkan bahwa Indonesia tengah menghadapi situasi darurat sampah. Pada tahun 2023, volume timbunan sampah nasional mencapai 56,6 juta ton, dengan hampir 20 persen di antaranya merupakan sampah plastik. 

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok BBM dan LPG di Papua Maluku Aman Jelang Idul Adha 2025

“Jika tidak ditangani secara serius, seluruh Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Indonesia diperkirakan akan mencapai kapasitas maksimal pada tahun-tahun yang akan datang,” katanya.

Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ditutup dengan aksi bersih-bersih sampah plastik yang melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), TNI/Polri di lingkup Pemkab Sarmi, dan masyarakat di sekitar area Pasar Sentral Mararena untuk melakukan pungut sampah.

Baca juga: KIPAS Ajak Masyarakat Sarmi Membatasi Penggunaan Plastik Untuk Mengurangi Polusi

Aksi ini menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Sarmi.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved