PSU Pilkada Gubernur Papua
PSU Pilkada Papua, 20,3 Persen Pemilih Belum Menentukan Pilihan Gubernur
Sebanyak 20,3 persen dari responden belum menentukan pilihan mereka dalam pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Gubernur Papua.
TRIBUN-PAPUA.COm, JAYAPURA - Sebanyak 20,3 persen dari responden belum menentukan pilihan mereka dalam pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Gubernur Papua, 6 Agustus 2025.
Ini merupakan hasil survey yang dilakukan Jaringan Survei Independent (JSI) pada periode 1-14 Juli 2025, dengan melibatkan 1.200 koresponden yang tersebar di sembilan kabupaten/kota.
Koresponden dipilih secara acak, mencakup berbagai kalangan, termasuk petani, nelayan, pegawai negeri sipil, mahasiswa, dan pelajar yang akan menjadi pemilih pemula.
Hasil survei menunjukkan bahwa pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1 Benhur Tomi Mano-Constant Karma (BTM-CK) dan paslon nomor urut 2 Matius Derek Fakiri-Aryoko Rumaropen (MARI-YO), memiliki tantangan tersendiri.
"Mereka ini merupakan penentu kemenangan pada PSU Pilgub Papua," ujar Direktur JSI, Hari, saat mempresentasikan hasil survei di Jayapura, Papua, Rabu (16/7/2025) malam.
Baca juga: Benhur Tomi Mano: Politik adalah Perjuangan untuk Rakyat, Bukan Sekadar Perebutan Kekuasaan
Hari menjelaskan bahwa mayoritas koresponden yang belum menentukan pilihan berasal dari pemilih pemula atau Generasi Z, yang diperkirakan mencapai 30 persen atau sekitar 150-200.000 pemilih dalam PSU mendatang.
"Dari 30 persen pemilih pemula atau Gen Z ini, mereka yang belum menentukan pilihan," jelasnya.
Selain itu, Hari juga mengungkapkan temuan bahwa sebagian koresponden menunjukkan sikap apatis terhadap PSU Pilkada Papua.
"Pasca-putusan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk pelaksanaan PSU, antusiasme pemilih justru menurun," ujarnya.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta penyelenggara pemilu, untuk meningkatkan partisipasi pemilih.
Namun, ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi, seperti letak geografis Papua, keterbatasan anggaran, dan waktu.
Hari mencatat bahwa koresponden yang apatis ini memberikan peluang bagi kedua paslon merangkul mereka dan meningkatkan peluang kemenangan.
"Bagi paslon nomor 1 dan paslon nomor 2, bagaimana caranya mereka merangkul yang apatis terhadap PSU," katanya.
Mengenai kemungkinan penggugatan ke MK pasca-PSU, Hari menyampaikan bahwa peluang tersebut kecil, mengingat rendahnya partisipasi pemilih.
"Ada dua poin, pertama karena partisipasi rendah, dan kedua masing-masing pemilih sudah memiliki pilihan masing-masing," ungkapnya.
Baca juga: PSU Pilkada Gubernur Papua: Misi Kemenangan Benhur-Constant, Kesempatan Kedua Fakhiri-Aryoko
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/ILUSTRASI-Pilkada-Gubernur-Papua-2024.jpg)