Lanny Jaya
10 Tahun Dirancang, Pemkab Lanny Jaya Akhirnya Luncurkan Batik Noken Khas
Peluncuran tersebut dilakukan dalam rangkaian Festival Budaya Lanny Jaya Ke-4 yang berlangsung di Halaman
Penulis: Noel Iman Untung Wenda | Editor: Marius Frisson Yewun
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com,Noel Iman Untung Wenda
TRIBUN-PAPUA.COM, TIOM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan resmi meluncurkan Batik Noken Lanny Jaya, karya khas yang memadukan nilai budaya lokal dengan kreativitas modern.
Peluncuran tersebut dilakukan dalam rangkaian Festival Budaya Lanny Jaya Ke-4 yang berlangsung di Halaman Kantor DPRD pekan ini.
Baca juga: Lagi, Festival Budaya Lembah Baliem Masuk Kharisma Event Nusantara
Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom, bersama Wakil Bupati Fredi Ginia Tabuni, Ketua DPRD, para pimpinan OPD, serta jajaran Muspida hadir dalam momen penting tersebut.
Batik ini menjadi simbol kekayaan budaya Lanny Jaya yang kini diperkenalkan secara resmi sebagai identitas daerah.
Baca juga: Usai Festival Budaya, Pemkab Lanny Jaya Hadirkan Jalan Santai Memeriahkan HUT RI
“Selama 10 tahun kami sudah merancang batik khas Lanny Jaya, dan desainnya terus mengalami perubahan. Hari ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya kami secara resmi meluncurkan Batik Noken Lanny Jaya,” ujar Bupati Aletinus.
Ia menjelaskan bahwa batik tersebut rencananya akan diserahkan langsung kepada Gubernur Papua Pegunungan sebagai bentuk apresiasi sekaligus kenangan.
Baca juga: Bersolek Sambut HUT RI ke-80, Pemkab Lanny Jaya Galakkan Kebersihan Kota
“Gubernur sudah minta untuk diberikan batik ini, dan kami sudah siapkan. Ini akan ditandatangani langsung sebagai simbol bahwa batik ini resmi menjadi identitas budaya Lanny Jaya,” tambahnya.
Warna dan Motif Asli Suku Lanny
Desainer utama batik, Yotran Yigibalom, menjelaskan bahwa seluruh unsur dalam batik tersebut diambil dari akar budaya Suku Lanny. Warna dasar seperti putih, kuning, cokelat, dan hijau berasal dari sumber alam dan simbol-simbol budaya lokal.
Baca juga: KPU Kepulauan Yapen Jadwalkan Pleno Tingkat Kabupaten Akhir Pekan Ini
“Putih berasal dari keladi hutan, kuning dari tanaman Tenombeni, Lawi-lawi, dan Yuwangwe. Semua warna ini mencerminkan filosofi hidup masyarakat Lanny,” terang Yotran.
Ia menambahkan, rancangan batik telah berkembang dari festival pertama hingga kini, dan terus dimodifikasi berdasarkan masukan masyarakat.
Baca juga: Bawaslu Rekomendasikan PSU Lagi di Kabupaten Jayapura
"Ide batik ini kami kembangkan selama lebih dari empat tahun. Dan hari ini bisa diwujudkan di bawah kepemimpinan Bupati Aletinus dan Wabup Fredi,” ujarnya.
Sementara itu, Desainer Grafis Daniel R. Kogoya berharap agar batik ini bisa dipakai secara luas, terutama oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya.
Baca juga: Cara Mengubah Status Pernikahan di KTP Menjadi Kawin
“Kami ingin batik ini tidak cepat punah. ASN harus bisa menghargainya dan menjadikannya bagian dari pakaian resmi karena ini adalah batik asli Lanny dengan motif noken khas,” harapnya.
Tribun-Papua.com
Kesbangpol Lanny Jaya
Kabupaten Lanny Jaya
Lanny Jaya
Pemda Lanny Jaya
Festival Budaya Lanny
Komunitas Noken Papua
Wakil Bupati Lanny Jaya
| Waket DPRD Lanny Jaya Salurkan Bantuan Motivasi Petani Tradisional Kampung Dura |
|
|---|
| Masyarakat Lanny Jaya Tolak PLT dan Minta Pilkakam Sesuai Ketentuan Masa Jabatan 8 Tahun |
|
|---|
| Masyarakat Kuyawage di Lanny Jaya Tolak Jaminan Keamanan Versi Ujung Laras |
|
|---|
| KPA Lanny Jaya Resmi Dilantik, Wabup Ajak Kolaborasi Selamatkan Generasi Penerus |
|
|---|
| Peringatan Korpri Lanny Jaya, Sekda Ajak ASN Loyal Total Untuk Pelayanan dan Pembangunan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/sadamndaidakg.jpg)