Info Jayawijaya
Bupati Jayawijaya: Karnaval Budaya Jadi Simbol Kebersamaan Papua
Menurut Atenius, hal itu mencerminkan semangat kesederhanaan yang tetap sarat makna.
Penulis: Amatus Hubby | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan wartawan Tribun-Papua.com, Amatus Huby
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAWIJAYA - Bupati Jayawijaya Athenius Murib menyebutkan karnaval budaya jadi simbol kebersamaan Papua.
Kegiatan yang mengusung tema "Budayaku Warisanku, Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju" ini berlangsung di depan Tugu Salib Wamena, Senin (11/8/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Athenius menegaskan karnaval bukan sekadar hiburan, tetapi juga perwujudan rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap warisan budaya Papua.
Baca juga: Lagi, Festival Budaya Lembah Baliem Masuk Kharisma Event Nusantara
"Karnaval ini adalah cara kita menjaga dan merayakan persatuan. Inilah bukti bahwa budaya bisa mempersatukan semua elemen masyarakat," ujarnya.
Tahun ini, seluruh peserta berjalan kaki tanpa mobil hias seperti tahun sebelumnya.
Menurut Atenius, hal itu mencerminkan semangat kesederhanaan yang tetap sarat makna.
Dia menjelaskan, Karnaval ini diikuti berbagai kalangan, mulai dari anak-anak TK, pelajar SD hingga SMA/SMK, mahasiswa, organisasi masyarakat, hingga warga umum.
Acara ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Jayawijaya, berdampingan dengan Festival Budaya Lembah Baliem yang telah digelar lebih dulu.
Baca juga: Ribuan Pengunjung Meriahkan Festival Budaya Lembah Baliem di Jayawijaya
Selain menampilkan tarian, kostum tradisional, dan kreativitas khas daerah, Karnaval Budaya Wamena disebut Bupati Athenius sebagai simbol kebersamaan.
"Setiap langkah kaki peserta adalah pesan bahwa Papua kaya budaya dan kuat dalam persatuan. Ini merupakan bagian dari semangat mempertahankan kemerdekaan Indonesia sekaligus menjaga kedaulatan NKRI," pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/Bupati-Jayawijaya-Provinsi-Papua-Pegununga.jpg)