Budaya Papua
Mengunyah PINANG, Permennya Orang Papua
Mereka menganggap buah pinang seperti candu, karena bila mereka tidak mengunyahnya, seperti ada yang kurang dalam hidup mereka.
Penulis: Roy Ratumakin | Editor: Roy Ratumakin
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Masyarakat Papua gemar mengunyah pinang karena pinang dapat menguatkan gigi dan gusi.
Tidak hanya itu, mereka menikmati buah pinang karena sensasi tersendiri dari rasanya. Kombinasi manis keasaman seperti rasa pasta gigi inilah yang menjadi sensasi mengunyah pinang.
Baca juga: HOLLANDIA: Kota Seribu Pinang
Bahkan, beberapa masyarakat mengatakan bahwa tidak ada makanan atau bumbu lain yang rasanya menandingi buah pinang.
Mereka menganggap buah pinang seperti candu, karena bila mereka tidak mengunyahnya, seperti ada yang kurang dalam hidup mereka.
Walaupun demikian, pinang sama sekali tidak mengandung zat adiktif yang berbahaya.
Umumnya, buah pinang dinikmati dengan menggunakan tepung kapur yang diolah dari cangkang kerang.
Hal ini dilakukan untuk mengurangi rasa asam dan pahit dari getah pinang.
Perpaduan ini membuat sensasi mengunyah buah pinang semakin nikmat.
Selain itu, batang sirih pun dipakai untuk menjadi penetral getirnya getah pinang saat dikunyah.
Baca juga: Satgas Pamtas 122/TS Gagalkan Penyelundupan 26 Karung Pinang Ilegal dari PNG
Saat mengunyah buah pinang, ada beberapa ritual kecil yang biasa dilalui. Awalnya, buah pinang dikupas dengan menggunakan gigi.
Kemudian, isi buah ini dikunyah hingga hancur.
Umumnya, buah pinang yang baik akan menghasilkan cairan kental saat dikunyah, sedangkan yang kurang baik akan menghasilkan cairan yang lebih cair.
Setelah itu, batang sirih dicelupkan pada bubuk kapur dan dikunyah bersama dengan pinang.
| Mengangkat Kembali Suara dan Gerak Magis Lagu Tarian Adat Manirem |
|
|---|
| Gekrafs Ajak Masyarakat Jayawijaya Lestarikan Objek Wisata |
|
|---|
| Peringati Hari Noken Se-Dunia, 160 Mama Papua di Nabire Pamer Busana Minimalis Tradisional |
|
|---|
| Mengulik Tradisi Unik Suku Asmat Papua Selatan dalam Memuliakan Tengkorak Manusia |
|
|---|
| Pengembalian Benda Budaya Papua Pegunungan dari Amerika Terancam Batal, Pemerintah Diminta Proaktif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/29012024-Budaya-Papua.jpg)