Rabu, 8 April 2026

Budaya Papua

Mengunyah PINANG, Permennya Orang Papua

Mereka menganggap buah pinang seperti candu, karena bila mereka tidak mengunyahnya, seperti ada yang kurang dalam hidup mereka.

Penulis: Roy Ratumakin | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Istimewa
ILUSTRASI - Masyarakat Papua gemar mengunyah pinang karena pinang dapat menguatkan gigi dan gusi. Tidak hanya itu, mereka menikmati buah pinang karena sensasi tersendiri dari rasanya. Kombinasi manis keasaman seperti rasa pasta gigi inilah yang menjadi sensasi mengunyah pinang. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Masyarakat Papua gemar mengunyah pinang karena pinang dapat menguatkan gigi dan gusi.

Tidak hanya itu, mereka menikmati buah pinang karena sensasi tersendiri dari rasanya. Kombinasi manis keasaman seperti rasa pasta gigi inilah yang menjadi sensasi mengunyah pinang.

Baca juga: HOLLANDIA: Kota Seribu Pinang

Bahkan, beberapa masyarakat mengatakan bahwa tidak ada makanan atau bumbu lain yang rasanya menandingi buah pinang.

Mereka menganggap buah pinang seperti candu, karena bila mereka tidak mengunyahnya, seperti ada yang kurang dalam hidup mereka.

 

 

Walaupun demikian, pinang sama sekali tidak mengandung zat adiktif yang berbahaya.

Umumnya, buah pinang dinikmati dengan menggunakan tepung kapur yang diolah dari cangkang kerang.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi rasa asam dan pahit dari getah pinang.

Perpaduan ini membuat sensasi mengunyah buah pinang semakin nikmat.

Selain itu, batang sirih pun dipakai untuk menjadi penetral getirnya getah pinang saat dikunyah.

Baca juga: Satgas Pamtas 122/TS Gagalkan Penyelundupan 26 Karung Pinang Ilegal dari PNG

Saat mengunyah buah pinang, ada beberapa ritual kecil yang biasa dilalui. Awalnya, buah pinang dikupas dengan menggunakan gigi.

Kemudian, isi buah ini dikunyah hingga hancur.

Umumnya, buah pinang yang baik akan menghasilkan cairan kental saat dikunyah, sedangkan yang kurang baik akan menghasilkan cairan yang lebih cair.

Setelah itu, batang sirih dicelupkan pada bubuk kapur dan dikunyah bersama dengan pinang.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved