Pemkab Biak Numfor
Dinkes Biak Numfor Fokus Tangani Dua Isu Kesehatan lewat Workshop
Imelda W Mansnembra menyoroti tingginya angka kematian akibat kanker mulut rahim di Indonesia yang mencapai 57 kasus per hari.
Penulis: Fiona Sihasale | Editor: Paul Manahara Tambunan
Ringkasan Berita:
- Dengan kerja sama lintas sektor dan dukungan UNICEF, Duwiri berharap upaya edukasi dan pencegahan dapat semakin diperkuat, sehingga pelayanan kesehatan masyarakat dan perlindungan perempuan serta anak di Biak Numfor semakin optimal.
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale
TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR - Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor menegaskan fokus pemerintah daerah dalam menghadapi dua isu kesehatan yang dinilai sangat krusial, yakni pencegahan kanker mulut rahim dan perkawinan anak.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Biak Numfor, Daud Duwiri, dalam workshop yang digelar bekerja sama dengan UNICEF Papua, Jumat (12/12/2025)
Duwiri menyebut kedua isu tersebut saling berkaitan dan memiliki dampak luas terhadap masa depan masyarakat.
Baca juga: Warga Yafdas di Biak Antusias Ikut Pemilihan Kepala Kampung Serentak
Ia menegaskan bahwa kanker serviks masih menjadi ancaman nyata bagi perempuan Indonesia, termasuk di Biak Numfor, meski penyakit ini dapat dicegah melalui deteksi dini dan vaksinasi HPV.
“Edukasi yang tepat dan akses layanan kesehatan yang memadai adalah kunci pencegahan maupun penanganan,” kata Duwiri
Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat pelayanan kesehatan, terutama skrining serta imunisasi HPV bagi anak-anak sekolah sebagai langkah preventif.
Menurutnya, peningkatan kualitas layanan kesehatan perempuan menjadi salah satu prioritas utama daerah.
Terkait pencegahan perkawinan anak, Duwiri mengatakan bahwa persoalan tersebut bukan sekadar isu sosial atau budaya, melainkan persoalan kesehatan dan hak asasi manusia.
“Pernikahan usia dini berdampak buruk pada kesehatan reproduksi remaja, meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi, serta berkaitan dengan kasus gizi buruk dan stunting,” katanya.
Ia juga menambahkan, keberhasilan Biak Numfor menurunkan angka stunting harus dijaga dengan mengatasi akar persoalan, salah satunya melalui pencegahan perkawinan anak.
Dengan kerja sama lintas sektor dan dukungan UNICEF, Duwiri berharap upaya edukasi dan pencegahan dapat semakin diperkuat, sehingga pelayanan kesehatan masyarakat dan perlindungan perempuan serta anak di Biak Numfor semakin optimal.
Ketua TP PKK Biak Numfor, Imelda W Mansnembra, menyoroti tingginya angka kematian akibat kanker mulut rahim di Indonesia yang mencapai 57 kasus per hari.
Ia menjelaskan bahwa penularan HPV sebagai penyebab utama kanker semakin dipicu oleh perilaku berisiko, termasuk praktik pernikahan usia anak yang masih ditemukan di Tanah Papua.
Baca juga: Kajari Biak Musnahkan 18 BB Perkara Pidum Untuk Menutup Ruang Penyimpangan
Imelda juga menegaskan bahwa imunisasi HPV yang diberikan gratis oleh pemerintah merupakan langkah pencegahan efektif bagi siswi SD dan SMP.
Sementara itu, Perwakilan UNICEF Papua, Atin, menekankan pentingnya peran peserta workshop dari berbagai sektor dalam memperluas penyebaran informasi kepada masyarakat.
"Kami berharap edukasi berkelanjutan dapat memperkuat perlindungan perempuan dan anak di tingkat keluarga maupun komunitas," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/P-DINKES-Kepala-Dinas-Kesehatan-Biak-N.jpg)