Pemkab Biak Numfor
Pemerintah Libatkan Lintas Sektor Wujudkan Kabupaten Sehat Biak Numfor
Tujuannya untuk memastikan kondisi Biak Numfor sebagai daerah yang bersih, nyaman, aman, dan sehat untuk dihuni masyarakat.
Penulis: Fiona Sihasale | Editor: Paul Manahara Tambunan
Ringkasan Berita:
- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor, Daud N Duwiri, menyebut kegiatan Workshop Kabupaten/Kota Sehat bertujuan untuk mengetahui dan memastikan kondisi Biak Numfor sebagai daerah yang bersih, nyaman, aman, dan sehat untuk dihuni masyarakat.
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale
TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR - Pemerintah Kabupaten Biak Numfor melalui Dinas Kesehatan menggelar Workshop Kabupaten/Kota Sehat di Kabupaten Biak Numfor, berlangsung di Hotel Asana Biak, Selasa (16/12/2025)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor, Daud N Duwiri, menyebut kegiatan Workshop Kabupaten/Kota Sehat bertujuan untuk mengetahui dan memastikan kondisi Biak Numfor sebagai daerah yang bersih, nyaman, aman, dan sehat untuk dihuni masyarakat.
Duwiri menjelaskan, terdapat sembilan elemen yang menjadi indikator utama dalam mewujudkan kabupaten/kota sehat, yakni permukiman dan sarana prasarana yang sehat, lalu lintas yang tertib serta pelayanan transportasi sehat, industri dan perkantoran sehat, kawasan permukiman dan pertambangan sehat, hutan sehat, kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri, ketahanan pangan dan gizi, serta kehidupan sosial yang sehat.
Baca juga: Biak Numfor Raih Paritrana Award Peringkat Ketiga Provinsi Papua
Menurutnya, pemenuhan sembilan elemen tersebut membutuhkan dukungan lintas sektor.
Karena itu, pemerintah daerah melibatkan berbagai pemangku kepentingan, lembaga kemasyarakatan, serta TNI-Polri untuk bersama-sama mendukung pencapaian Biak Numfor sebagai kota sehat.
“Sembilan elemen ini harus dipenuhi oleh semua stakeholder. Harapannya tahun ini kota sehat dapat tercapai untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan pembangunan kesehatan di Biak Numfor,” kata Duwiri
Ia menambahkan, dari sembilan elemen tersebut, sejumlah indikator telah berjalan, di antaranya tertib lalu lintas yang didukung kepolisian, pengembangan permukiman oleh pemerintah daerah, kawasan pariwisata yang sehat, ketahanan pangan dan gizi, serta kehidupan sosial masyarakat yang relatif baik.
"Beberapa elemen masih perlu dioptimalkan agar seluruh persyaratan kota sehat dapat terpenuhi secara menyeluruh," imbuhnya.
Daud juga menambahkan, belum adanya industri besar di Biak Numfor, memberikan kesempatan bagi pemerintah untuk menyiapkan sejak dini standar kota sehat, sehingga ketika aktivitas industri berkembang, daerah sudah memiliki sistem dan persyaratan lingkungan kesehatan yang memadai.
Duwiri juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, elemen masyarakat, serta peran media dalam menyampaikan informasi pembangunan kesehatan di Biak Numfor.
Baca juga: Dorong Jaminan Sosial, BPJS Harap Kepala Daerah se-Papua Alokasikan Dana untuk Pekerja Rentan
Sementara itu, Asisten II Setda Biak Numfor, Ottow Wanggai, mengatakan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor memiliki visi menjadi daerah yang sejahtera, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan dengan masyarakat yang sehat dan mandiri.
Sektor kesehatan, kata Wanggai, menjadi salah satu program prioritas dengan fokus pada peningkatan pelayanan hingga ke tingkat distrik dan kampung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/EHAT-Asisten-II-Setda-Biak-Numfor-saat-me.jpg)