Selasa, 2 Juni 2026

Bom Meledak di Biak

Polda Papua Terjunkan Tim Penjinak Bom ke Biak Numfor Pasca Ledakan Tewaskan 5 Warga

Tim Jibom yang melakukan penyisiran dan sterilisasi secara menyeluruh karena masih dimungkinkan terdapat benda berbahaya lainnya

Tayang:
Penulis: Fiona Sihasale | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua.com
PENJINAK BOM – Tim Penjinak Bom atau Jibom dari Sat Brimob Polda Papua tiba di Kabupaten Biak Numfor. Tim tersebut akan melakukan penyisiran di sekitar lokasi ledakan untuk mengantisipasi adanya peristiwa serupa yang menewaskan lima warga dan tiga orang masih dalam pencarian.  

Ringkasan Berita:
  • Polda Papua menerjunkan tim penjinak bom (Jibom) dari Detasemen Gegana Sat Brimob ke Kabupaten Biak Numfor
  • Tim penjinak bom segera melakukan penyisiran di sekitar lokasi ledaknya bom yang diduga kuat peninggalan Perang Dunia II tersebut. 
  • Kehadiran tim Jibom untuk menjamin keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan, sekaligus memastikan tidak ada lagi benda berbahaya di lokasi kejadian. 

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR – Polda Papua menerjunkan tim penjinak bom (Jibom) dari Detasemen Gegana Sat Brimob ke Kabupaten Biak Numfor, pasca ledakan dahsyat yang menewaskan 5 warga pada Minggu (31/5/2026) sore. 

Tim penjinak bom sudah tiba di Kota Karang. Mereka segera melakukan penyisiran di sekitar lokasi ledaknya bom yang diduga kuat peninggalan Perang Dunia II tersebut. 

Baca juga: Puluhan Warga Mengungsi Akibat Ledakan Bom Perang Dunia II di Biak

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito mengatakan, kehadiran tim Jibom untuk menjamin keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan.

Hal itu sekaligus untuk memastikan tidak ada lagi benda berbahaya di lokasi kejadian di Kompleks Perumahan Nelayan di Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor

“Tim Jibom yang melakukan penyisiran dan sterilisasi secara menyeluruh karena masih dimungkinkan terdapat benda berbahaya lainnya,” katanya, Senin (1/6/2026). 

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Tribun-Papua.com, Senin (1/6/2026) peristiwa tersebut menewaskan lima warga lain, Moris Raubaba (24), pekerjaan nelayan yang merupakan warga Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi Keluarahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor. 

Baca juga: Ledakan Bom di Biak: Kronologi, Daftar Identitas Korban, hingga Dugaan Masih Adanya Bom di Lokasi

Kemudian korban kedua, Delfin Raubaba (41), pekerjaan nelayan yang tinggal di Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi Keluarahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor

Korban ketiga, Karmila Ayorbaba (25), ibu rumah tangga yang tinggal di Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi Keluarahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor. 

Baca juga: Lima Korban Ledakan Bom di Biak Dimakamkan Satu Lubang di Pemakaman Inggiri

Korban keempat atas nama Isrel Raubaba (5 tahun), seorang anak yang tinggal di Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi Keluarahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor

Korban kelima atas nama Isra Raubaba (7 tahun), seorang pelajar yang tinggal di Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi Keluarahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor. 

Baca juga: Berikut Identitas Korban Meninggal dan Hilang Dalam Tragedi Ledakan Bom di Biak Papua

Sedangkan korban yang belum ditemukan jenazahnya ada tiga orang antara lain, Yulianus Raubaba (26 tahun), pekerjaan nelayan yang tinggal di Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi Keluarahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor

Selain itu, Anes Marandof (27 tahun) yang beprofesi sebagai nelayan yang tinggal di Kampung Kinmom Distrik Samofa, Lay Madura (45 tahun), seorang nelayan yang tinggal di Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi Keluarahan Fandoi. 

Selain itu, dalam peristiwa tersebut juga menimbulkan kerusakan. Sedikitnya, 12 bangunan, dengan rincian 3 bangunan rusak ringan dan 9 bangunan rusak berat, termasuk 4 rumah yang hancur total di sekitar titik ledakan. 

Saat ini, jajaran kepolisian fokus utamanya adalah penanganan dan evakuasi korban, pencarian korban hilang, serta pengamanan lokasi. 

Baca juga: Tragedi Ledakan Bom PD II di Biak Jadi Alarm Keras Pembangunan Kampung Nelayan

Polda Papua mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki sejarah peninggalan perang, agar tidak menyentuh benda mencurigakan yang berpotensi berbahaya. 

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved