Kamis, 4 Juni 2026

Bom Meledak di Biak

Pencarian Korban Bom PD II Biak Diperluas Hingga 3 KM ke Laut

Hingga hari keempat, radius pencarian yang sebelumnya difokuskan sejauh 1,5 kilometer dan diperluas hingga 3 kilometer pada kamis,

Tayang:
Istimewa
LEDAKAN BOM - Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan bersama tim gabungan saat rilis perkembangan pencarian korban dan proses evakuasi pasca ledakan bom di Biak, Rabu (3/6/2026) malam. 
Ringkasan Berita:
  • Radius Pencarian Diperluas: Tim gabungan memperluas radius pencarian korban hingga 3 kilometer ke arah pantai dan perairan karena masih ada 3 korban yang belum ditemukan.
  • Data : Korban meninggal tercatat sebanyak 6 orang, 1 korban patah kaki dirawat di RSUD Biak, dan tim berhasil menemukan 18 potongan tubuh baru untuk diidentifikasi.
  • Sterilisasi TKP: Tim Jibom Gegana Polda Papua baru mensterilkan 50 persen area utama (Ring 1) dan mengamankan 6 serpihan proyektil serta sebuah gerinda listrik.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR - Pencarian korban ledakan dugaan bom sisa Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, terus diperluas oleh tim gabungan.

Hingga hari keempat, radius pencarian yang sebelumnya difokuskan sejauh 1,5 kilometer dan diperluas hingga 3 kilometer pada kamis, terutama di wilayah pantai dan perairan sekitar lokasi kejadian.

Perluasan area pencarian dilakukan menyusul masih adanya tiga korban yang belum ditemukan pascaledakan yang terjadi pada 31 Mei 2026 lalu. Hingga saat ini, jumlah korban meninggal tercatat sebanyak enam orang, sementara satu korban lainnya masih menjalani perawatan di RSUD Biak.

Baca juga: Kemendagri Gelar Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Papua di Sorong

Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta unsur pemerintah daerah terus melakukan pencarian secara intensif di sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi sebaran serpihan maupun bagian tubuh korban.

Dalam rilis perkembangan terbaru, Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan menyebut fokus pencarian saat ini berada di Ring 2, khususnya daerah pantai dan perairan sekitar lokasi ledakan. Perluasan radius dilakukan karena sejumlah serpihan juga ditemukan oleh masyarakat di luar area pencarian awal.

“Untuk titik pencarian kita fokuskan di Ring 2 daerah pantai dan perairan. Radius pencarian diperluas dari sebelumnya 1,5 kilometer menjadi 3 kilometer,” ujar Kapolres dalam rilis perkembangan penanganan pascaledakan, di Posko Basarnas, Rabu (3/6/2026) malam.

Baca juga: Warisan Mematikan PD II: Ledakan Bom Buat Anak-Anak di Pengungsian Kehilangan Perlengkapan Sekolah

Selain pencarian korban, proses sterilisasi lokasi ledakan juga masih berlangsung. Tim Jibom Gegana Polda Papua yang melakukan penyisiran di area Ring 1 pada Rabu menemukan dan mengamankan enam serpihan proyektil serta satu gerinda listrik di area tempat kejadian perkara.

Sementara itu, tim Basarnas bersama tim gabungan juga menemukan 18 serpihan potongan tubuh korban pada proses pencarian pada rabu (3/6/2026). Seluruh temuan telah dievakuasi ke RSUD Biak untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Kapolres juga menyebut area Ring 1 hingga kini belum sepenuhnya steril. Tim Jibom Gegana Polda Papua baru menyelesaikan sekitar 50 persen proses sterilisasi sehingga masyarakat masih dilarang memasuki lokasi ledakan demi alasan keselamatan.

Baca juga: Pemkab Biak Numfor Gandeng PKK Demi Mengatasi Tantangan Sosial dan Ekonomi

Di sisi lain, sebagian area yang telah dinyatakan aman mulai dapat dimasuki secara terbatas oleh tim gabungan untuk melakukan evakuasi barang-barang yang menghambat proses pencarian barang bukti maupun olah tempat kejadian perkara. 

"Seluruh aktivitas di area tersebut tetap dilakukan atas pengawasan ketat tim Jibom Gegana Polda Papua," katanya.

Kapolres terus mengimbau masyarakat yang menemukan serpihan logam atau benda mencurigakan di sekitar lokasi agar tidak menyentuh ataupun menyimpannya sendiri. Warga diminta segera menyerahkan temuan tersebut ke Posko Basarnas untuk ditindaklanjuti oleh petugas.

Baca juga: Menghadapi Risiko Iklim Yang Tinggi, BPBD se-Papua Bersatu untuk Merombak Respons Bencana

Sementara itu, kondisi korban yang masih menjalani perawatan di RSUD Biak dilaporkan mulai membaik. Korban mengalami patah kaki akibat peristiwa ledakan dan saat ini masih dalam masa pemulihan setelah mendapat penanganan medis intensif dari pihak rumah sakit.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved