Senin, 8 Juni 2026

Selebrasi Papua 2026

Fanatisme Bola di Papua Jadi Ladang Uang Pedagang Atribut Piala Dunia

Kondisi tersebut turut membawa berkah bagi para pedagang musiman penjual bendera dan aksesoris piala dunia yang sudah lebih dulu

Tayang:
Tribun-Papua.com/Fiona Sihasale
PIALA DUNIA 2026 - Bendera negara favorit ramai dijual pedagang musiman jelang Piala Dunia 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Demam Piala Dunia: Jelang Piala Dunia 2026, warga Biak Numfor mulai ramai konvoi beratribut tim favorit.
  • Berkah Pedagang: Antusiasme bola warga Papua menjadi berkah bagi Tatang, pedagang musiman asal Jawa.
  • Negara Terpopuler: Atribut tim Argentina dan Brasil paling laris diburu, disusul Jerman hingga Belanda.
  • Omzet Jutaan: Pendapatan Tatang mencapai Rp300 ribu hingga Rp1 juta per hari, terutama saat konvoi.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR - Menjelang berlangsungnya Piala Dunia 2026, antusiasme masyarakat di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, terhadap turnamen sepak bola mulai terlihat dari meningkatnya aktivitas konvoi dan penggunaan atribut negara favorit di sejumlah ruas jalan kota. 

Kondisi tersebut turut membawa berkah bagi para pedagang musiman penjual bendera dan aksesoris piala dunia yang sudah lebih dulu membuka lapak sejak akhir Mei.

Salah satu pedagang musiman, Tatang Hidayat, mengaku penjualan atribut piala dunia di Biak Numfor mulai stabil dalam beberapa hari terakhir, terutama menjelang adanya aktivitas konvoi pendukung negara unggulan. 

Baca juga: Dari Mangrove ke Teknologi Sampah: Cara Freeport-Mimika Jaga Tanah Amungsa

Pria asal Pulau Jawa itu sengaja datang ke Biak untuk berjualan. Ia menilai antusiasme masyarakat Papua terhadap piala dunia cukup tinggi dibanding sejumlah daerah lain.

“Kalau di Papua dan Maluku biasanya peminat atribut piala dunia cukup ramai. Makanya saya pilih datang jualan ke sini,” ujarnya saat ditemui media, Minggu (7/6/2026) 

Tatang mengatakan dirinya mulai berjualan sejak 25 Mei 2026 dengan menyediakan berbagai atribut negara peserta piala dunia seperti bendera, bando, stiker hingga aksesoris kecil lainnya. 

Ia mengaku hanya menjual bendera dari tujuh negara yang dinilai paling banyak memiliki pendukung di Indonesia khususnya di Biak Numfor.

Baca juga: Glow and Grow: Cara Bank Mandiri Taspen Ajak Para Pensiunan Tetap Produktif di Usia Senja

Menurutnya, Argentina dan Brasil menjadi dua negara dengan penjualan atribut tertinggi sejauh ini. Selain itu, bendera Jerman, Inggris, belanda dan Portugal juga cukup diminati masyarakat, terutama kalangan anak muda pecinta sepak bola.

Tatang mengaku omzet penjualan yang diperoleh setiap hari bervariasi, mulai dari Rp300 ribu hingga mencapai Rp1 juta per hari tergantung situasi keramaian dan aktivitas masyarakat. Penjualan biasanya meningkat saat ada konvoi pendukung tim favorit maupun kegiatan nonton bareng pertandingan.

“Kalau ada konvoi biasanya pembeli lebih ramai. Tapi di hari biasa tetap ada yang cari,” katanya.

Selain berjualan saat musim piala dunia, Tatang juga mengaku rutin berdagang atribut musiman lainnya seperti bendera merah putih menjelang peringatan 17 Agustus. Selain berjualan di Biak Numfor, dirinya juga pernah berjualan musiman ke sejumlah wilayah di Maluku.

Baca juga: Tangis Keluarga Pecah, Pencarian Korban Ledakan Bom di Biak Numor Diperpanjang 2 Hari

Di tengah kondisi ekonomi dan efisiensi anggaran yang menurutnya cukup berpengaruh terhadap daya beli masyarakat, Tatang berharap momentum piala dunia tahun ini tetap mampu memberikan tambahan penghasilan bagi dirinya dan pedagang kecil lainnya.

“Harapannya semoga piala dunia ini bisa bantu ekonomi pedagang musiman juga,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved