PTFI
PTFI Ajak Mahasiswa Uncen Intip Dapur Industri Tambang Kelas Dunia
Rektor mengatakan kehadiran praktisi industri memberi perspektif nyata bagi mahasiswa. Program Eksekutif Mengajar membuka wawasan
Ringkasan Berita:
- Sinergi Industri: PTFI dan Uncen resmi memulai Program Eksekutif Mengajar untuk memperkuat kompetensi mahasiswa Papua.
- Wawasan Nyata: Mahasiswa belajar langsung mengenai operasional tambang bawah tanah dan tata kelola risiko berstandar global.
- Inspirasi Kepemimpinan: Program ini mendorong inklusivitas dan peran perempuan dalam kepemimpinan di sektor industri teknis.
- Kesiapan Kerja: Kolaborasi ini bertujuan mencetak lulusan yang siap bersaing dan menjadi pemimpin di industri global.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Universitas Cenderawasih (UNCEN) resmi memulai Program Eksekutif Mengajar untuk memperkuat sinergi antara dunia industri dan akademisi, untuk menyiapkan lulusan yang kompeten, adaptif dan siap menghadapi tantangan industri global dari Papua.
"Kami sangat mengapresiasi komitmen PTFI yang turun langsung ke kampus. Ini bukan sekadar kuliah tamu, tapi buka ruang bagi mahasiswa untuk melihat 'dapur' industri pertambangan kelas dunia. Dengan pembelajaran kontekstual ini, mahasiswa siap menghadapi dinamika dunia kerja yang sesungguhnya," kata Rektor Universitas Cenderawasih Prof. Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, SE, M.Sc., agr., dalam pidatonya saat menutup kegiatan Eksekutif Mengajar, di Auditorium Gedung Pusat Sains dan Kemitraan UNCEN-PTFI, 29 April 2026.
Baca juga: Gubernur Meki Nawipa Janji Babat Habis Tambang Ilegal Demi Rakyat Lokal
Rektor mengatakan kehadiran praktisi industri memberi perspektif nyata bagi mahasiswa. Program Eksekutif Mengajar membuka wawasan tentang praktik industri pertambangan kelas dunia. Ia juga mengapresiasi antusiasme mahasiswa sangat aktif baik dalam menyimak dan mengajukan pertanyaan yang relevan.
Pada sesi pertama, Vice President Mining Safety Division PTFI Eman Widijanto memaparkan tentang tata kelola risiko keselamatan operasional. Ia mengatakan pengelolaan risiko di PTFI berlandaskan nilai perusahaan yaitu Safety, Integrity, Commitment, Respect, dan Excellence (SINCERE), dengan keselamatan sebagai budaya kerja dan standar utama operasional, termasuk dalam pengelolaan kompleksitas tambang bawah tanah.
Baca juga: Manokwari Juara Inflasi Tertinggi di Provinsi Papua Barat pada April 2026
Sesi kedua, Vice President Corporate Communications PTFI Katri Krisnati memaparkan tentang nilai-nilai keberlanjutan dan inklusivitas melalui topik kepemimpinan perempuan di industri pertambangan khususnya peran komunikasi dalam menjaga reputasi dan membangun kepercayaan publik. Ia menekankan komunikasi yang terbuka dan efektif adalah kunci dalam membangun kepercayaan jangka panjang.
“Komunikasi harus dilakukan secara jelas dan transparan, karena pesan yang disampaikan harus dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh pemangku kepentingan yang akhirnya akan membangun kepercayaan.” kata Katri.
Program Eksekutif Mengajar merupakan kelanjutan kemitraan strategis kedua belah pihak, setelah serah terima Gedung Pusat Sains dan Kemitraan pada Desember 2025, serta penandatanganan MoU atau Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Maret 2026 lalu. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung empat kali dalam setahun.
Baca juga: Pemprov Papua Barat Temukan Bisnis Ilegal Kayu Kuning yang Dikelola TKA Misterius
Sebanyak 220 mahasiswa antusias mengikuti kuliah. Mereka dari Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Kesehatan Masyarakat, hingga Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Salah satu peserta menyatakan sesi tersebut membuka wawasan tentang peluang di industri pertambangan, termasuk peran perempuan dalam posisi kepemimpinan.
"Mendengar langsung pengalaman para eksekutif Freeport membuat kami sadar bahwa peluang untuk anak muda Papua di industri ini sangat luas. Materi tentang kepemimpinan perempuan tadi sangat menginspirasi saya bahwa gender bukan batasan untuk bisa memimpin di sektor teknis seperti pertambangan," kata salah satu mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Merince Kogoya.
Wakil Rektor II UNCEN Dr. Ferdinan Risamasu, SE., M.Sc. agr., mengapresiasi materi yang dipaparkan dalam kegiatan ini. “Materi yang dibagikan sangat berbobot dan disampaikan oleh narasumber yang sangat memahami esensi industri. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat menjembatani kesenjangan kurikulum dengan kebutuhan industri, sekaligus memperkuat pemahaman mahasiswa tentang digitalisasi tambang dan etika profesional," ujarnya.
Baca juga: Penutupan WPFD 2026 Lahirkan Deklarasi Pers Berkualitas untuk Masa Depan Indonesia
Di akhir sesi, para narasumber mendorong mahasiswa untuk aktif berdiskusi dan membangun jejaring. “Semangat ini kami harap dapat menjadi motor penggerak bagi kalian sebagai generasi muda Papua untuk mengambil peran aktif mengelola sumber daya alam Papua dengan standar global yang berkelanjutan,” kata Eman Widijanto.(*)
Tribun-Papua.com
Manager Corporate Complains PTFI
PT Freepot Indonesia (PTFI)
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI)
PT Freeport Indonesia (PTFI)
Presiden Direktur PTFI
Info PTFI
Universitas Cendrawasih (Uncen)
Uncen Jayapura
Rektor Uncen Jayapura
Rektor Uncen
| OTK Tembak Satu Karyawan Freeport di Area Reklamasi Grasberg, Tony Wenas: Kami Sangat Sedih |
|
|---|
| TP PKK Mimika Gandeng PTFI dan WVI Gelar Workshop Buku KIA, Kader Harus Mandiri di Posyandu |
|
|---|
| Penjelasan Freeport Indonesia Terkait Longsor Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave |
|
|---|
| 500 Karyawan PTFI Warnai HUT RI Dengan Tari Kolosal “Bergerak Bersama dari Hulu ke Hilir” |
|
|---|
| 283 Warga Mengikuti Screening Operasi Katarak Gratis yang Dilakukan PTFI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/ptOIMB7864.jpg)