Webinar FIF Group
Orang Suka Baca Online, Tapi Minat Baca Media Cetak juga Masih Ada
Di era ini kekuatan media sosial cukup kuat dari koran. Perkembangan zaman membuat orang suka membaca secara online dari pada offline.
Penulis: Zaneta Chrestella Mirino | Editor: Maickel Karundeng
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tirza Bonyadone
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Di era ini, kekuatan media sosial cukup kuat dibandingkan media cetak atau koran. Perkembangan zaman membuat orang suka membaca secara online dari pada offline.
Akan tetapi di Indonesia khususnya di beberapa tempat, ternyata masih aktif membaca majalah dan koran setiap harinya.
Chief Executive Officer Tribun Network Dahlan Dahi menjelaskan bahwa, peminat pembaca koran dan majalah pada era ini memang tidak banyak, namun tetap ada.
Baca juga: Muncul Berita Acara Baru Cawagub Papua, Ramses Wally: Koalisi Harus Berpedoman pada Kesepakatan Awal
"Saya sendiri bingung. Hingga kini di tempat kami masih ada yang membaca koran yang kami terbitkan, termasuk novel juga masih dicari warga," katanya dalam acara webinar bersama FIFGROUP, Kamis (19/8/2021) sore.
Ia mengatakan, media harus mampu mengukur dan melihat dari sudut pandang pembaca, termasuk bagaimana minat pembaca dan apa yang mereka gemari.
"Sampai saat ini koran kami masih ada di 24 tempat, dengan minat pembaca setiap harinya masih ada," ujarnya.
Baca juga: Dahlan Dahi: Tribun Network Kini Bergerak Secara Luas di Media Online
Dahlan menyebutkan, media pun harus memahami bahwa tidak semua orang di Indonesia senantiasa menggunakan android dan mengakses internet.
"Waktu saya jalan-jalan ke Sulawesi Utara, di tempat tersebut penduduknya tidak ada yang mengetahui Medsos seperti Fecebook. Karena warga di daerah itu masih menggunakan handphone biasa," katanya.
Kondisi tersebut yang menjadi alasan bagi Tribun Network dan Kompas.com menerbitkan koran. Karena peminatnya masih ada.
Baca juga: Cara Mengolah Bayam Merah Agar Gizinya Bermutu
"Presiden Jokowi saja masih baca koran Kompas. Beliau bukan orang yang secara aktif menggunakan media online," tandasnya.
Berdasarkan pengalaman, lanjut Dahlan, bahkan berita online yang secara bombastis memberitakan peristiwa-peristiwa dari berbagai daerah secara cepat, terkadang kurang menjadi perhatian para pejabat.
"Orang yang mau cari kerja atau menaruh iklan saja masih ke koran, pelaku usaha pun masih mencari info melalui media cetak dan koran," katanya.
Baca juga: Golkar Tak Berwacana soal Pemilu Mundur ke 2027, Ahmad Doli: Itu Butuh Energi Besar
Sehingga, dia merasa bahwa ada hal lain yang dilihat oleh para pembaca melalui bacaan seperti majalah, koran, novel dan bacaan lainnya.
"Pada dasarnya keputusan itu selalu diambil oleh pembaca. Mereka mau baca di mana dan mencari kemana itu adalah kehendak mereka secara bebas. Media hanya menyuguhkan melalui berbagai macam platform," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/webinar-fif-group.jpg)