Kemendikbud Ganti Kurikulum 13
Tak Lagi Gunakan Kurikulum 2013, Ini Alasan Kemendikbud
Pada Kurikulum Merdeka, jumlah mata pelajaran diringkas dan tidak hanya fokus pada pelajaran akademik, tapi juga pelajaran lainnya.
TRIBUN-PAPUA.COM- Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbud Ristek, Anindito Aditomo mengungkap alasan mengapa Kurikulum Tahun 2013 harus diganti dengan Kurikulum Merdeka.
Menurut dia, ada beberapa alasan yang menyebabkan Kurikulum 13 harus diganti.
Satu diantaranya adalah karena jumlah mata pelajaran yang terlalu banyak.
Sehingga beban guru dan murid menjadi cukup banyak.
"Masalahnya di Kurikulum 13 materinya terlalu banyak," kata Anindito Senin (15/7/2024) lalu.
Baca juga: Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 7 Kurikulum Merdeka Halaman 99: Uji Kompetensi Soal 9
Sementara pada Kurikulum Merdeka, jumlah mata pelajaran diringkas dan tidak hanya fokus pada pelajaran akademik, tapi juga pelajaran lainnya.
"Tadinya hampir (di Kurikulum 2013) semuanya untuk materi akademik sekarang 20 persennya untuk pendidikan karakter," ujarnya.
Alasan selanjutnya penggantian Kurikulum 2024 lantaran rendahnya literasi pelajar Indonesia.
Bahkan, jika diukur, kemampuan literasi siswa di Indonesia baru sampai pada tahap dasar.
"Literasi rendah karena sistem didikan kita tidak berorientasi pada pengembangan literasi yang berhasil kita capai itu yang paling rendah," ungkapnya.
Pergantian kurikulum
Oleh karena itu, kata dia, Kurikulum 2014 diganti dengan Kurikulum Merdeka yang sudah mulai bisa diterapkan secara nasional pada 2024.
Namun saat ini penerapan Kurikulum Merdeka belum bersifat wajib.
Penerapan Kurikulum Merdeka baru diwajibkan pada tahun 2027 mendatang.
"Baru diwajibkan tahun 2027 masih ada waktu dua sampai tiga tahun," ungkapnya.
TribunPapua.com
Kemendikbud Ristek
Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BS
Anindito Aditomo
Kurikulum 13
Kurikulum Merdeka
Nadiem Makarim
| Bima Sakti Puas Usai Persela Curi Poin dari Tekanan Persipura |
|
|---|
| Rahmad Darmawan Akui Persipura Kurang Tajam, Peluang Terbuang dan Penalti Gagal Berbuah Gol |
|
|---|
| Biak Jadi Tuan Rumah untuk 6.000 Peserta Youth Camp GPdI se-Papua dan Papua Nugini |
|
|---|
| Grebeg 1.000 Ketupat Meriahkan HUT ke-21 PW Jateng di Biak Numfor |
|
|---|
| Peluang Persipura Terbuang di Jayapura, Lugo Gagal Eksekusi Penalti: Persela Tahan Imbang Tuan Rumah |
|
|---|
