Senin, 11 Mei 2026

Lanny jaya Cerdas

Guru Tidak Aktif, 3 Tahun Tidak Ujian di Danime: Pemuda Baptis Minta Disdik Bekerja Benar

Dukungan itu disampaikan menyusul temuan lapangan terkait tidak berjalannya proses belajar mengajar di SD Negeri Danime, Distrik

Tayang:
Tribun-Papua.com/Noel Iman Untung Wenda
SEKOLAH - Tampak bangunan sekolah di SD Negeri Danime, Distrik Gamelia, serta SD Inpres Taleme, Distrik Karu. Foto ini diambil pada Minggu, (15/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Kritik Pendidikan: Pemuda Baptis mendukung pembangunan Pemkab Lanny Jaya tetapi mendesak Dinas Pendidikan bekerja benar dan disiplin.
  • Sekolah Nonaktif: Guru tetap dan kepala sekolah di SD Negeri Danime serta SD Inpres Taleme tidak aktif.
  • Dampak Parah: Akibatnya, siswa di Danime sudah 3-4 tahun tidak mengikuti ujian akhir sekolah.
  • Solusi: Pemuda Baptis menuntut guru wajib hadir di tempat tugas dan mengusulkan pemberdayaan pemuda lokal untuk membantu mengajar.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com,Noel Iman Untung Wenda

TRIBUN-PAPUA.COM, TIOM - Ketua Departemen Pemuda Baptis West Papua Akia Wenda menyatakan dukungan penuh terhadap arah pembangunan Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya yang menempatkan kampung sebagai titik awal pembangunan.

Dukungan tersebut disertai dorongan tegas agar Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lanny Jaya bekerja secara benar, disiplin dan bertanggung jawab dalam memastikan layanan pendidikan berjalan efektif di seluruh wilayah.

Dukungan itu disampaikan menyusul temuan lapangan terkait tidak berjalannya proses belajar mengajar di SD Negeri Danime, Distrik Gamelia, serta SD Inpres Taleme, Distrik Karu di Lanny Jaya. 

Baca juga: Kuasai Markas OPM, TNI Selidiki Temuan Senjata Organik hingga Dokumen Permintaan Dana untuk Kades

Temuan tersebut merupakan tindak lanjut laporan pemuda wilayah Danime yang disampaikan dalam Seminar Pemuda Baptis dalam rangka HUT ke-20 dan Natal 2025, yang berlangsung di Gereja Baptis Wunume pada 8 – 12 Desember 2025.

Akia Wenda menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan untuk melemahkan pemerintah daerah, melainkan sebagai bentuk dukungan nyata agar visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Lanny Jaya benar-benar terwujud di tingkat kampung.

“Kami mendukung penuh pembangunan Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya. Justru karena itu, kami meminta dinas pendidikan bekerja dengan benar. Pendidikan adalah fondasi pembangunan, dan tidak boleh diabaikan,” kata Akia usai melakukan pengecekan langsung ke SD Negeri Danime, Senin, (15/12/2025).

Baca juga: Pejabat Raja Ampat Diduga Cabuli Anak Kandung, Live Facebook Bongkar Aib Ayah

Usai meninjau langsung, Akia mengatakan kondisi di lapangan menunjukkan hanya satu guru honorer yang mengajar satu hingga dua hari dalam sepekan, sementara guru tetap dan kepala sekolah tidak aktif. Situasi ini dinilai bertentangan dengan semangat pembangunan dari kampung yang dicanangkan pemerintah daerah.

Ia menegaskan, sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah, seluruh tenaga pendidik wajib berada di tempat tugas dan melaksanakan kewajibannya secara penuh.

“Jika pembangunan dimulai dari kampung, maka guru dan kepala sekolah harus hadir di kampung. Dinas pendidikan harus memastikan pengawasan berjalan, bukan hanya administrasi,” tegasnya.

Baca juga: Seluruh OPD Pemkab Mimika Diminta Berkantor di BPKAD Hari Ini: Segera Tuntaskan RKA

Sebagai bagian dari solusi, Departemen Pemuda Baptis West Papua mengusulkan pemberdayaan pemuda-pemuda lokal yang memiliki kapasitas untuk membantu proses belajar mengajar, sambil menunggu penataan tenaga pendidik yang lebih optimal oleh pemerintah daerah.

Akia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, dinas pendidikan, gereja dan pemuda dalam menyelamatkan masa depan anak-anak Lanny Jaya.

“Kami tidak berdiri di luar pemerintah. Kami berdiri bersama pemerintah untuk memastikan pembangunan benar-benar menyentuh anak-anak di kampung,” ujarnya.

Baca juga: Mengapa Kejelasan Mempengaruhi Keputusan Sebelum Penonton Bahkan Memikirkannya

Sementara itu, Ketua Wilayah Danime, Yiten Yikwa, membenarkan bahwa selama tiga hingga empat tahun terakhir anak-anak di wilayahnya tidak pernah mengikuti ujian akhir sekolah akibat tidak aktifnya proses belajar mengajar.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved