Sabtu, 9 Mei 2026

pemuda baptis west papua

Pemuda Baptis Lanny Jaya Dorong Kemandirian Jemaat, Serahkan Bibit Kelinci Usai Seminar di Tiom

Kegiatan seminar tersebut membahas lima kebijakan strategis Departemen Pemuda Baptis West Papua, meliputi bidang pendidikan,

Tayang:
Istimewa
KEMANDIRIAN EKONOMI JEMAAT- Penyerahan bibit kelinci oleh Pemuda Baptis Wilayah Longgika kepada perwakilan delapan gereja lokal di Tiom, Lanny Jaya, sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi jemaat. 

Ringkasan Berita:
  • Pemuda Baptis Wilayah Longgika, Lanny Jaya, memperkuat ekonomi jemaat melalui seminar strategi bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, iman, dan HAM.
  • Penyerahan bibit kelinci kepada delapan gereja lokal menjadi simbol dimulainya gerakan ekonomi produktif berbasis potensi lokal.
  • Ketua Pemuda, Maikel Wanimbo, mengingatkan generasi muda untuk fokus pada pendidikan dan melarang penjualan tanah sebagai warisan masa depan.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pemuda Baptis Wilayah Longgika di Kabaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, terus mendorong kemandirian jemaat melalui penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Hal ini ditunjukkan dengan penyerahan bibit kelinci kepada pengurus pemuda dari delapan gereja lokal di Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, usai pelaksanaan seminar sehari, Kamis (19/3/2026).

Kegiatan seminar tersebut membahas lima kebijakan strategis Departemen Pemuda Baptis West Papua, meliputi bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, iman dan hak asasi manusia. Seminar ini dihadiri sejumlah narasumber, di antaranya Tirius Tabuni, S.Pd., Boni Wenda, S.Si., dan Maikel Wanimbo, S.IP.

Ketua Pemuda Wilayah Longgika, Maikel Wanimbo, menegaskan bahwa pemuda gereja harus menjadi motor penggerak dalam membangun kemandirian jemaat, terutama melalui pengelolaan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

“Perkembangan ekonomi jemaat harus digerakkan dari hasil bumi seperti sayur-sayuran, ubi, keladi, jagung, serta ternak kelinci dan ayam. Semua ini bisa dikelola untuk kemandirian jemaat, terutama pemuda,” ujarnya kepada Tribun Papua.com.

Baca juga: MUI Mimika Imbau Umat Tunggu Sidang Isbat Penentuan Idulfitri 1447 Hijriah

Ia menambahkan, langkah kecil seperti beternak kelinci dapat menjadi awal dari gerakan ekonomi produktif yang berkelanjutan jika dikelola secara serius dan konsisten oleh pemuda di setiap gereja.

“Jangan melihat ini sebagai hal kecil. Dari kelinci saja, kalau dikelola dengan baik, bisa berkembang dan menjadi sumber penghasilan bagi pemuda. Ini adalah langkah awal untuk membangun ekonomi jemaat yang mandiri,” tambahnya.

Selain aspek ekonomi, Maikel juga menekankan pentingnya pendidikan dan pembentukan karakter bagi generasi muda Baptis. Ia mengingatkan agar pemuda tetap fokus pada pendidikan, menjaga pergaulan positif, serta tidak menjual tanah yang merupakan aset penting bagi masa depan keluarga dan jemaat.

“Tanah adalah warisan yang tidak bisa digantikan. Kalau kita jual hari ini, maka kita kehilangan masa depan. Pemuda harus berpikir jauh ke depan, menjaga apa yang menjadi milik kita, dan mengelolanya dengan bijak,” tegasnya.

Penyerahan bibit kelinci di akhir kegiatan menjadi simbol nyata komitmen pemuda dalam mengembangkan usaha produktif guna menunjang pelayanan, baik di tingkat gereja lokal maupun wilayah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antarpemuda dari berbagai gereja di wilayah Longgika.

Baca juga: Warga Nabire Serbu Pasar Kalibobo, Daging Sapi Jadi Buruan Utama Jelang Lebaran

Kegiatan tersebut mengusung tema yang sejalan dengan visi Persekutuan Gereja-Gereja Baptis West Papua, yakni “Kita Meminum Air dari Sumur Kita Sendiri,” yang menekankan pentingnya kemandirian dan pemanfaatan potensi lokal.

Sementara itu, Ketua Departemen Pemuda Baptis West Papua, Akia Wenda, mengajak seluruh pemuda untuk lebih percaya diri dalam mengembangkan potensi yang dimiliki serta berani mengambil peran dalam pembangunan jemaat dan masyarakat.

“Pemuda harus mampu menghidupkan potensi yang ada dalam diri masing-masing dan berdiri dari hasil kerja keras serta keringat sendiri untuk menyokong pelayanan dan mempertahankan masa depan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar pemuda tidak menunda untuk memulai langkah perubahan dalam hidup mereka.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved